JawaPos.com - Kementerian Agama (Kemenag) memastikan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2026 tidak sekadar menjadi ajang apresiasi terhadap dedikasi pendidik. Melainkan juga juga momentum evaluasi penerapan kebijakan pendidikan. HGN sendiri diperingati setiap 25 November.
Evaluasi tersebut mencakup akselerasi Pendidikan Profesi Guru (PPG), afirmasi guru non-ASN, hingga pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Arskal Salim GP mengatakan peringatan HGN harus memberikan dampak nyata bagi guru dan lingkungan madrasah. Karena itu, konsep kegiatan tengah dimatangkan agar tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan.
“HGN harus menjadi momentum time to check untuk melihat sejauh mana kebijakan seperti akselerasi PPG, afirmasi guru non-ASN, hingga pengangkatan PPPK benar-benar memberikan perubahan positif bagi masa depan profesi guru,” ujarnya, Jumat (23/10).
Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah saat ini tengah menyempurnakan konsep peringatan HGN 2026. Direktur GTK Madrasah Fesal Musaad mengatakan peringatan tersebut akan diselaraskan dengan tema besar nasional dan mengusung semangat kolaborasi yang melibatkan satuan pendidikan, mulai dari madrasah hingga pesantren di berbagai daerah.
“Kita ingin memastikan HGN 2026 dikemas secara sederhana namun bermakna. Kegiatan ini harus memiliki dampak langsung, baik dalam hal peningkatan kapasitas guru, pelestarian lingkungan, maupun semangat kebersamaan di lingkungan madrasah,” kata Fesal.
Sejumlah agenda disiapkan untuk mengisi peringatan HGN 2026. Di antaranya program ekoteologi, kegiatan olahraga, Sarasehan Guru Nasional, upacara peringatan, hingga malam penganugerahan bagi guru yang dinilai berdedikasi dalam dunia pendidikan.
Dalam penyempurnaan konsep tersebut, Arskal memberikan lima arahan strategis agar kegiatan HGN dapat memberikan manfaat langsung bagi warga madrasah. Salah satunya melalui program ekoteologi yang mendorong keterlibatan guru dan peserta didik dalam menjaga lingkungan.
Kegiatan pelestarian lingkungan tidak hanya berupa penanaman pohon. Madrasah juga didorong melakukan pembuatan biopori, pemilahan sampah organik dan anorganik, pengolahan sampah menjadi kompos, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.