Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Jumlah Pasien Masuk RS di Kalteng Naik 3 Kali Lipat di Tengah Karhutla

Menkes ungkap terjadinya lonjakan pasien RS di Kalteng di tengah kualitas udara buruk akibat asap karhutla. Kemenkes siapkan bantuan medis, termasuk ventilator.

CNN Indonesia 2 menit baca 0 komentar
Jumlah Pasien Masuk RS di Kalteng Naik 3 Kali Lipat di Tengah Karhutla
Foto: CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan jumlah pasien yang masuk rumah sakit di Kalimantan Tengah (Kalteng) meningkat hingga tiga kali lipat di tengah memburuknya kualitas udara akibat asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama beberapa waktu terakhir.

Atas dasar itu, Budi menegaskan Kemenkes pun berkomitmen mempercepat distribusi bantuan alat medis.

Menurutnya, lonjakan pasien menjadi perhatian pemerintah, terutama dalam memastikan fasilitas kesehatan mampu menangani warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.

"Dari informasi yang saya terima, jumlah pasien yang masuk rumah sakit meningkat sampai tiga kali lipat," kata Budi saat melakukan kunjungan kerja di Palangka Raya, ibu kota provinsik Kalteng, Jumat (23/10) dikutip dari detikKalimantan.

Pilihan Redaksi

Budi menyatakan Kemenkes telah menyiapkan percepatan distribusi bantuan peralatan medis, termasuk ventilator, ke rumah sakit di kabupaten dan kota di Kalteng.

"Bantuan ini diharapkan memperkuat kemampuan rumah sakit dalam menangani pasien dengan gangguan pernapasan berat," kata Budi.

Kelompok rentan, khususnya anak-anak yang mengalami sesak napas berat, menjadi salah satu perhatian utama. Ketersediaan peralatan medis dinilai penting agar pasien yang membutuhkan bantuan pernapasan segera mendapatkan penanganan sesuai kondisi klinisnya.

Budi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Warga dengan keluhan ringan dapat menjalani rawat jalan sesuai hasil pemeriksaan tenaga medis. Namun, apabila kondisi berkembang menjadi pneumonia atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), pasien harus segera mendapatkan penanganan di rumah sakit.

"Kalau sakitnya sudah lebih parah, bukan hanya ISPA biasa, tetapi sudah menjadi pneumonia atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), maka harus dibawa ke rumah sakit," ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Budi turut meninjau pelayanan kesehatan dan kesiapan fasilitas penanganan dampak kabut asap di Puskesmas Panarung serta Puskesmas Menteng, Kota Palangka Raya. Salah satu layanan yang menjadi perhatiannya adalah bus oksigen keliling untuk membantu warga terdampak asap.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan layanan tersebut berpeluang dikembangkan sebagai percontohan di tingkat nasional.

"Termasuk tadi yang mobilisasi bus oksigen, beliau ingin menjadikan pilot project kayaknya di Kota Palangka Raya," kata Fairid.

Baca berita lengkapnya di sini.

(tim/kid)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.