JawaPos.com - Kementerian Perhubungan memantau ketat operasional 16 bandar udara di wilayah Papua yang terganggu akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Kamis (15/10).Â
Pekatnya asap menurunkan jarak pandang secara drastis, sehingga berpotensi memicu keterlambatan, penundaan, hingga pembatalan penerbangan demi keselamatan pengguna jasa udara.
Laporan resmi dari Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah X mengonfirmasi bahwa sebaran asap saat ini berdampak langsung pada fasilitas penerbangan di empat provinsi di wilayah Papua.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa menegaskan, seluruh langkah operasional di lapangan diambil dengan menempatkan faktor keselamatan sebagai prioritas utama.
Dampak paparan asap Karhutla tersebar di empat wilayah provinsi di Papua. Di Provinsi Papua, Bandar Udara Sentani menjadi salah satu lokasi yang masuk dalam pemantauan ketat.
Sementara itu, di Provinsi Papua Tengah, gangguan terjadi di Bandar Udara Mozes Kilangin (Timika), Bandar Udara Ilaga, dan Bandar Udara Ilu.
Untuk wilayah Provinsi Papua Pegunungan, tiga bandara utama turut terdampak, yakni Bandar Udara Wamena, Bandar Udara Oksibil, dan Bandar Udara Dekai.
Dampak terluas tercatat di Provinsi Papua Selatan dengan sembilan bandara yang terganggu.
Wilayah ini meliputi Bandar Udara Mopah (Merauke), Tanah Merah, Kepi, Ewer, Bade, Senggo, Manggelum, Yaniruma, hingga Bandar Udara Mindiptanah.
Data Kemenhub per 13 Oktober 2026 mencatat sebanyak 2.021 penerbangan berjadwal dalam negeri terdampak sejak 11 Agustus 2026.