Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Kamp Proyek Jalan di Tambrauw Papua Dibakar, Tak Ada Korban Jiwa

Kamp pekerja proyek di Distrik Fef, Papua Barat Daya diserang OTK. Kapolres pastikan tidak ada korban jiwa dan mengimbau masyarakat tetap tenang.

CNN Indonesia 4 menit baca 0 komentar
Kamp Proyek Jalan di Tambrauw Papua Dibakar, Tak Ada Korban Jiwa
Foto: CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Kamp pekerja proyek pembangunan jalan di Distrik Fef, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, diserang orang tak dikenal (OTK), Rabu (4/11).

Dalam peristiwa itu, Kapolres Tambrauw, AKBP Eddwar Martua Pandjaitan menegaskan tidak ada korban jiwa. Pernyataan itu disampaikannya membantah kabar di media sosial yang mengatasnamakan kelompok tertentu, dan mengklaim adanya pembunuhan terhadap anggota TNI, Polri, maupun masyarakat dalam peristiwa tersebut.

"Saya selaku Kapolres Tambrauw mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar di media sosial, khususnya informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya," ujar Eddwar, Sabtu (7/11) dikutip dari Antara.

Eddwar mengatakan berdasarkan hasil pengecekan dan fakta kejadian yang telah diketahui pihak kepolisian hingga saat ini, tidak ditemukan adanya korban meninggal dunia sebagaimana diklaim dalam informasi yang beredar.

Ia menjelaskan, peristiwa tersebut berupa pembakaran camp kerja serta perusakan sejumlah kendaraan, termasuk mobil dan sepeda motor milik pekerja proyek.

Pilihan Redaksi

Saat ini, lanjutnya, Polri terus melakukan langkah-langkah penanganan serta pendalaman terhadap peristiwa tersebut guna mengungkap secara jelas kejadian yang berlangsung di wilayah Kampung Sikor.

Selain itu, Kapolres juga menanggapi adanya pernyataan bernada ancaman pengusiran terhadap masyarakat yang bukan orang asli Papua (OAP), serta larangan kepada pemerintah untuk melaksanakan pembangunan di Kabupaten Tambrauw.

Menurutnya, seluruh masyarakat yang tinggal dan mencari kehidupan di Kabupaten Tambrauw memiliki hak yang sama untuk mendapatkan rasa aman dan perlindungan hukum tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun asal daerah.

"Tidak boleh ada masyarakat yang merasa terancam, takut, ataupun kehilangan haknya untuk hidup secara damai hanya karena perbedaan latar belakang. Tambrauw adalah rumah kita bersama," tegasnya.

Ia menambahkan, masyarakat asli Papua dan seluruh warga yang hidup berdampingan di wilayah Tambrauw merupakan bagian dari kehidupan sosial yang harus dijaga bersama.

Kapolres juga mengajak masyarakat agar tidak ikut menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, termasuk foto maupun video yang berpotensi menimbulkan kepanikan serta narasi yang dapat memecah belah persatuan.

"Kami memahami situasi saat ini dapat menimbulkan kekhawatiran. Namun, Polri bersama TNI, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait terus berkoordinasi serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," katanya.

Ia mengimbau warga agar tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang, tetap waspada, serta segera melaporkan kepada aparat keamanan apabila mengetahui informasi atau aktivitas yang berpotensi mengganggu situasi keamanan.

Kapolres menegaskan, tidak boleh ada pihak mana pun yang menggunakan ancaman dan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat. Perbedaan pendapat, menurutnya, tidak boleh diselesaikan melalui tindakan kekerasan.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan harus tetap dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keamanan, sekaligus menghormati hak-hak masyarakat adat dan kepentingan seluruh masyarakat yang berada di Kabupaten Tambrauw.

Peningkatan patroli gabungan

Polres Tambrau juga meningkatkan pengamanan dan patroli gabungan pascainsiden penyerangan dan pembakaran tersebut. Eddwar mengatakan peningkatan pengamanan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta mencegah terjadinya gangguan keamanan susulan.

"Dalam upaya penanganan insiden tersebut, kepolisian bersama personel gabungan TNI melaksanakan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan barang bukti, serta pemantauan situasi keamanan di sekitar camp perusahaan di Jembatan Imor Lama, Distrik Fef," jelasnya.

Sementara itu, korban terakhir yang sebelumnya dilaporkan hilang, yakni Naharudin (41), berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan telah dievakuasi.

"Tujuh pekerja proyek yang terdampak insiden tersebut telah berhasil ditemukan dan dievakuasi," ujarnya.

Insiden penyerangan dan pembakaran itu terjadi pada Rabu (4/11) di Kampung Sikor, Distrik Fef. Dalam peristiwa tersebut, para pekerja proyek pembangunan jalan menjadi sasaran penyerangan.

Sejumlah fasilitas dan kendaraan milik perusahaan juga dilaporkan dibakar, meliputi camp pekerja, sepeda motor, mobil Hilux, truk, serta alat berat ekskavator.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, Polres Tambrauw juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat guna bersama-sama menjaga situasi keamanan tetap aman dan kondusif.

Dia mengatakan, pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup, termasuk patroli bergerak di wilayah Distrik Fef, Distrik Bamusbama, dan sejumlah wilayah sekitarnya.

Polisi juga tengah memburuh para pelaku yang diduga berasal dari kelompok OPM wilayah Tambrauw.

(antara/kid)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.