Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Kapolri Bicara Kasus Penyadapan Seret 3 Jenderal Polisi: Bukan Persaingan Internal

Kapolri Suyudi Ario Seto buka suara terkait kasus penyadapan ilegal, memastikan tindakan ini adalah murni penegakan hukum.

Liputan 6 2 menit baca 0 komentar
Kapolri Bicara Kasus Penyadapan Seret 3 Jenderal Polisi: Bukan Persaingan Internal
Foto: Liputan 6

Liputan6.com, Jakarta - *Kapolri Buka Suara soal Penyadapan Ilegal Presiden*

*Kapolri Sebut Ungkap Kasus Penyadapan Bukan Persaingan Internal Polri*

 

Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto buka suara terkait penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah nama perwira tinggi Polri.

Hal tersebut disampaikan oleh Suyudi setelah menerima kunjungan Persatuan Purnawirawan (PP) Polri di Gedung Rupatama Mabes Polri, Kamis (5/11/2026).

"Kami meyakinkan bahwa ini semua murni dalam bentuk penegakan hukum dan tidak ada kaitannya dengan persaingan atau apa pun," kata Suyudi.

Menurut dia, hal tersebut murni untuk kebaikan Korps Bhayangkara tersebut.

"Kami ingin Polri tetap solid dan tetap menjadi sandaran masyarakat. Ini murni untuk kebaikan institusi Polri yang kita cintai dalam rangka memberikan pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat, bangsa, dan negara," jelas Suyudi.

Dia menginstruksikan kepada seluruh jajaran Polri di Indonesia untuk tetap fokus dalam menjalankan tugas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

"Terus memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui semangat polisi bersama masyarakat," ujarnya.

 

 

Menjaga Marwah

Sementara itu, Ketua Umum PP Polri Jenderal Polisi (Purn.) Bambang Hendarso Danuri mengatakan, para purnawirawan Polri prihatin atas peristiwa tersebut.

Meski demikian, dia mengapresiasi keberanian Kapolri Suyudi dalam menegakkan hukum terhadap anggota yang melakukan pelanggaran pidana.

"Apa yang disampaikan Bapak Kapolri kepada kami bahwa ini bukan persaingan antara Kapolri dan mantan Kapolri. Ini murni ada peristiwa pidana yang dilakukan oleh oknum-oknum anggota Polri. Dengan kejelian dan keberanian Bapak Kapolri, beliau melakukan tindakan tegas," ungkap Bambang.

Menurut Bambang, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen guna menjaga kehormatan dan marwah institusi Polri.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.