Jakarta -
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mendorong penggunaan kamera yang dikenakan di tubuh personel (body worn camera) dalam pelaksanaan tugas pengamanan aksi penyampaian pendapat di ruang publik. Pemasangan alat rekam tersebut disiapkan guna memperkuat akuntabilitas petugas serta memastikan pengamanan berjalan humanis.
Suyudi mengatakan pendekatan humanis dan persuasif harus dikedepankan saat mengawal aksi unjuk rasa maupun penanganan potensi konflik sosial. Hal ini agar hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dengan aman.
"Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara aman dan tertib. Sebagai bagian dari penguatan akuntabilitas, Polri juga mendorong penguatan kamera yang dikenakan personel atau body-worn camera dalam pelaksanaan tugas pengamanan," kata Suyudi melalui keterangannya, Selasa (27/10/2026).
Pengamanan yang mengedepankan dialog ini, kata Suyudi, berkaitan erat dengan komitmen Polri dalam memelihara stabilitas keamanan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Kami menyadari bahwa stabilitas keamanan merupakan prasyarat penting bagi keberlangsungan pembangunan nasional. Oleh karena itu, Polri berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pelaksanaan Asta Cita pemerintah, khususnya Asta Cita ke-2 dan Asta Cita ke-7," ujarnya.
Pada penegakan hukum lainnya, Eks Kapolda Banten itu menekankan penindakan kejahatan yang meresahkan masyarakat dan merusak iklim usaha, seperti narkoba, judi daring, aksi premanisme, hingga praktik pemerasan.
Perlindungan kelompok rentan, mulai dari perempuan, anak, korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga pekerja melalui Desk Ketenagakerjaan juga ditingkatkan.
Selain fungsi keamanan rutin, Suyudi menyatakan, Korps Bhayangkara juga mengambil peran dalam sejumlah program prioritas pemerintah. Di antaranya penanganan bencana, pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pembangunan Jembatan Merah Putih, hingga penguatan ketahanan pangan melalui peningkatan komoditas jagung.
Sedangkan pada sektor internal, percepatan reformasi dilakukan lewat pengawasan ketat, penerapan sistem merit pada jalur karier personel, serta integrasi transformasi digital pada layanan publik.
"Kami menyadari bahwa upaya Polri masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami terus berbenah dan mendengarkan masukan masyarakat dan memberikan pengabdian yang terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tutur Suyudi.
Masih dalam kesempatan yang sama, Suyudi meminta masyarakat ikut menjaga ketertiban umum, mewaspadai provokasi dari informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
"Kepercayaan masyarakat harus terus dijawab melalui pelayanan yang mudah diakses, penegakan hukum yang berkeadilan, dan kehadiran Polri yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam mendukung pembangunan menuju Indonesia Emas 2045," pungkas Suyudi.
(ond/azh)