Jakarta -
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkap modus penyelundupan narkoba melalui jalur laut dengan mengubah nama kapal secara berulang. Hal itu disampaikan Suyudi saat membongkar penyelundupan 1 ton narkoba di Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara.
"Dalam pengungkapan ini kita telah mendapatkan profil lengkap dari kapal target. Kapal ini bernama MT Global 168. Ini merupakan kapal jenis tanker ya, kita lihat, berbendera Mongolia," kata Suyudi dalam konferensi pers, Jumat (23/10/2026).
Jenderal Suyudi mengatakan kapal yang dibongkar pihaknya berbendera Mongolia tetapi berasal dari Malaysia. Kapal tersebut dibangun pada 1993 dan kerap berubah nama.
"Jadi benderanya Mongolia tapi kapalnya dari Malaysia. Kapal ini dibangun tahun 1993, tercatat masih statusnya aktif," tambahnya.
Suyudi mengatakan salah satu strategi penyelundupan narkoba lewat jalur laut, yakni pengubahan nama kapal secara berulang. Ia menyebut hal ini dilakukan untuk mengelabui petugas di lapangan.
"Nah inilah salah satu strategi para penyelundup selalu mengubah-ubah nama kapal, ya Pak Dirjen ya, selalu. Kita dari berbagai pengungkapan kapal-kapal itu selalu fenomena ini terjadi. Kapal itu diubah-ubah namanya untuk meng-inikan petugas ya," ujar dia.
Adapun kapal tersebut memiliki panjang 56,99 hingga 57 meter dengan lebar 9,02 meter. Kapal ini bernomor IMO 9078347 dan MMSI 457615000.
(dwr/imk)