Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Karhutla di Kalimantan Mengancam Orangutan dan Satwa Liar, Baharkam Polri Bantu Kirim Tim SAR

Tim SAR Polri dikerahkan untuk menyelamatkan orangutan dan satwa liar lainnya dari dampak kebakaran hutan di Kalimantan Tengah.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Karhutla di Kalimantan Mengancam Orangutan dan Satwa Liar, Baharkam Polri Bantu Kirim Tim SAR
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan turut berdampak pada kehidupan satwa liar dilindungi seperti orangutan. Untuk menyelamatkan populasi orangutan dari ancaman karhutla, Baharkam Polri mengirimkan Tim SAR ke Kalimantan Tengah (Kalteng).

Tim tersebut secara khusus dikerahkan untuk membantu mencari, mengevakuasi dan menyelamatkan orangutan dan satwa liar lainnya. Menurut Direktur Polisi Satwa Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Tory Kristianto, keselamatan satwa dan kelestarian ekosistem juga penting.

”Karhutla bukan hanya persoalan kebakaran hutan. Ada kehidupan satwa yang juga harus kita selamatkan. Karena itu, upaya penanganannya harus menyeluruh, termasuk memastikan satwa liar tetap terlindungi,” kata dia kepada awak media dikutip pada Sabtu (24/10). 

Tidak sendirian, Baharkam Polri berkoordinasi dengan jajaran Polda Kalteng. Mereka juga bekerja sama dengan Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS), lembaga konservasi yang concern menangani penyelamatan dan rehabilitasi orangutan.

Di lokasi itu, tim melihat langsung kondisi satwa dan fasilitas rehabilitasi, sekaligus mendalami langkah penanganan orangutan yang berisiko mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap. Sebagaimana diketahui oleh publik, asap karhutla telah mencemari kualitas udara di Kalimantan.

”Kami ingin memastikan penanganan satwa dilakukan dengan baik, termasuk mengantisipasi dampak asap terhadap kesehatan orangutan. Jangan sampai kebakaran yang terjadi justru menimbulkan ancaman lebih besar bagi keberlangsungan hidup mereka,” ucap Tory.

Setelah mempersiapkan peralatan SAR bersama jajaran Satbrimob Polda Kalteng, tim kemudian bergerak ke wilayah Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Tujuannya untuk berkoordinasi dengan petugas Polisi Kehutanan dan memperkuat pemantauan di wilayah yang berpotensi terdampak karhutla.

Menurut Tory, penyelamatan satwa liar membutuhkan kerja sama banyak pihak. Polri tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan petugas kehutanan, lembaga konservasi, pemerintah daerah, dan masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan.

“Yang paling penting adalah membangun kesiapan bersama. Ketika ada satwa yang terancam, kita harus tahu siapa yang bergerak, bagaimana cara mengevakuasinya, dan ke mana satwa tersebut harus mendapatkan penanganan,” imbuhnya.

Di hari yang sama, tim tersebut berhasil menyelamatkan seekor anak beruang madu yang terpisah dari induknya akibat karhutla. Anak beruang madu tersebut ditemukan di sekitar kawasan perkebunan dan hutan Desa Lampasan, Kabupaten Seruyan. Sebelum dievakuasi, satwa dilindungi itu sempat diamankan seorang warga.

”Begitu menerima informasi dari masyarakat, tim langsung berkoordinasi dengan BKSDA untuk melakukan penyelamatan. Prioritas kami memastikan satwa ini berada dalam kondisi aman dan mendapatkan penanganan yang tepat,” ujar Tory.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.