Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Karhutla Kembali Muncul di Kalteng, Petugas Berjibaku Padamkan Api

Karhutla kembali terjadi di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Tim gabungan berupaya padamkan api dan lakukan pendinginan untuk mencegah kebakaran meluas.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Karhutla Kembali Muncul di Kalteng, Petugas Berjibaku Padamkan Api
Foto: Detik

Jakarta -

Karhutla kembali muncul di Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah pada Rabu malam. Meski jumlah titik api mulai berkurang, petugas masih harus berjibaku menangani kebakaran dan melakukan pendinginan di sejumlah lokasi untuk mencegah api kembali membesar.

Tim gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran di Jalan A Yani KM 11, tepatnya di sekitar Gapura Selamat Datang, serta kawasan Riang RT 34, Kelurahan Baru, Rabu (28/10/2026) malam.

"Kemunculan titik api di Jalan A Yani KM 11 dan kawasan Riang RT 34, Kelurahan Baru, menjadi perhatian tersendiri. Petugas bergerak melakukan penanganan agar api tidak meluas dan mengancam area di sekitarnya," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, Samuel, dilansir detikKalimantan, Kamis, (29/10/2026).

Penanganan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, hingga Lurah Baru beserta jajarannya. Selain itu, Banser, Huma Singgah Itah, Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Baru, warga setempat, serta relawan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) yang dikoordinasikan Amat turut membantu upaya penanganan di lapangan.

"Kolaborasi petugas, relawan, dan masyarakat diperlukan untuk mempercepat penanganan kebakaran, sekaligus memastikan kondisi lokasi tetap terkendali setelah api berhasil dipadamkan," kata dia.

Tahap pendinginan menjadi salah satu langkah krusial dalam penanganan karhutla. Bara yang masih tersimpan di dalam lapisan gambut atau material kering dapat kembali menyala jika tidak ditangani secara menyeluruh.

Simak selengkapnya di sini.

(yld/amw)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.