PALANGKA RAYA, iNews.id - Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, masih dirasakan masyarakat. Meski kabut asap mulai menghilang, jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) terus meningkat hingga mencapai 13.412 kasus.
Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya mencatat, jumlah tersebut meningkat dibandingkan pertengahan Oktober 2026 yang mencapai 11.276 kasus. Paparan asap akibat karhutla selama empat bulan terakhir diduga menjadi salah satu faktor meningkatnya gangguan pernapasan di masyarakat.
Selain menyebabkan kabut asap, karhutla juga mengakibatkan 12 rumah warga terbakar. Dampak terhadap kesehatan masyarakat pun cukup besar, dengan ratusan pasien sempat membutuhkan perawatan di rumah sakit.