Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Kebakaran Arjuno-Welirang Hanguskan 736,8 Hektare, Api Belum Padam

Kebakaran hutan di Arjuno-Welirang, Jatim, telah menghanguskan 736,8 hektare lahan. Tim gabungan berupaya memadamkan api yang terus menyala.

CNN Indonesia 3 menit baca 0 komentar
Kebakaran Arjuno-Welirang Hanguskan 736,8 Hektare, Api Belum Padam
Foto: CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim melaporkan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Arjuno-Welirang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, sudah menghanguskan 736,8 hektare lahan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim Satriyo Nurseno mengatakan, luas area terbakar tersebut masih bisa bertambah. Sebab, kebakaran masih terus terjadi hingga Rabu (21/10) sore.

"Area yang terbakar 736,8 hektare, data dapat berkembang," kata Satriyo dalam laporannya.

Api pertama kali muncul pada Jumat (16/10) di Gunung Ringgit, Desa Ledug, Kecamatan Prigen. Namun petugas belum mengetahui penyebab kebakaran, dan penyelidikan masih berjalan.

Kini, kata Satriyo, titik api berjarak sekitar 2-3 kilometer dari permukiman warga. BPBD mencatat tidak ada korban dalam kebakaran ini.

Pilihan Redaksi

"Jarak titik api dari permukiman warga sekitar 2-3 km dan aktivitas masyarakat sekitar tidak terdampak secara langsung," tulis Satriyo.

Pantauan visual petugas, kepulan asap terlihat di Area Pecalukan (Kop Kopan) dan Bukit Limas. Api bergerak ke arah Tretes, sehingga tim gabungan memasang sekat untuk berjaga-jaga bila api mendekati perkampungan warga.

"Dilakukan penyekatan untuk antisipasi jika api mengarah ke perkampungan warga," ucapnya.

Sementara berdasarkan data satelit SiPongi, masih ada 53 titik panas di wilayah Arjuno-Welirang, satu di antaranya berskala tinggi dan 52 lainnya berskala sedang.

Satriyo mengatakan, setidaknya ada 64 personel gabungan bekerja memadamkan api dari darat. UPT Tahura R Soerjo juga memberangkatkan 40 personel lewat Claket, lalu membagi mereka ke dua tim, satu menuju Bukit Lali Jiwo dan satu lagi ke Bukit Torong Bunder Sajen. Namun, medan menjadi hambatan utama bagi mereka.

"Lokasi titik api sering kali berada di ketinggian atau punggungan gunung yang tidak dapat dijangkau oleh kendaraan bermotor. Tim gabungan harus berjalan kaki mendaki dan pemadaman hanya bisa dilakukan secara manual," ujarnya.

Kini Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jatim bersama BPBD Kabupaten Mojokerto memantau pergerakan api dari Pos Pendakian Bukit Cendono, Mojokerto. BPBD Jatim juga berkoordinasi dengan pihak terkait di setiap wilayah terdampak.

Selain itu, Satriyo mengatakan, karhutla juga masih melanda Tamankursi, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo. Api terdeteksi di wilayah Gunung Arjuno tersebut sejak Kamis (15/10).

Satriyo mengatakan, tim gabungan kini memantau titik api dari Pos Mata Air 2 sampai blok Penyonsonan. Tak hanya itu asap juga tampak di Puncak Gunung Argopuro.

"Saat ini tim gabungan melakukan pemantauan titik api di sekitar Pos Mata Air 2 hingga blok Penyonsonan. Berdasarkan pantauan visual, saat ini masih terlihat kepulan asap di area Puncak Gunung Argopuro," ucapnya.

Belum diketahui luas area terbakar dalam kejadian tersebut. Namun vegetasi yang terdampak yakni rumput, semak dan cemara gunung. Medan yang terjal juga membuat petugas belum bisa memadamkan api secara manual.

"Titik api berada di daerah terjal dan sulit dijangkau sehingga penanganan pemadaman secara manual tidak bisa dilakukan," katanya

(frd/isn)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.