Jakarta -
Kebakaran gudang di kawasan pergudangan Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten, masih dalam penanganan petugas. Memasuki hari ketiga, petugas mengerahkan alat berat untuk membantu proses pemadaman.
Lanjutkan dari posisi terakhir
Kebakaran gudang es krim di Jatiuwung, Tangerang, masih ditangani. Memasuki hari ketiga, petugas mengerahkan alat berat untuk membantu proses pemadaman.
Jakarta -
Kebakaran gudang di kawasan pergudangan Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten, masih dalam penanganan petugas. Memasuki hari ketiga, petugas mengerahkan alat berat untuk membantu proses pemadaman.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan alat berat sudah tiba pada Kamis (22/10/2026) pagi. Alat berat jenis beko itu digunakan untuk mengurai tumpukan benda atau puing-puing yang masih menyimpan titik api.
"Yang tersisa itu bagian-bagian yang terbakar yang tertumpuk sama apa, baik itu atap seng dan lain sebagainya, dan itu nggak mungkin dilakukan tanpa bantuan alat berat," ucap Mahdiar.
Mahdiar menyampaikan kondisi kebakaran sudah menurun dibandingkan hari-hari sebelumnya. Namun, kata dia, ada beberapa titik api yang muncul di tumpukan benda tersebut.
"Masih ada beberapa titik api yang ada di bawah atap-atap itu. Sebagian besar mah sudah pendinginan, tinggal bagian belakang (gudang)," kata Mahdiar.
Saat ini, enam unit mobil pemadam kebakaran dan 40 personel dikerahkan ke lokasi kejadian. Mahdiar berharap proses pemadaman segera tuntas.
"Mudah-mudahan segera tuntas," katanya.
Sebelumnya diberitakan, sebuah gudang yang memproduksi es krim di Jalan Industri Raya, Jatiuwung, Kota Tangerang, terbakar pada Selasa (20/10) sekitar pukul 13.55 WIB. Asap pekat dari lokasi kebakaran membubung tinggi.
"Kebakaran di Gudang Momoyo," ujar Kapolsek Jatiuwung Kompol Kresna Perkasa dalam keterangannya, Selasa (20/10).
Berdasarkan keterangan saksi, api diduga berasal dari korsleting listrik yang kemudian merembet ke tempat penyimpanan kardus.
"Informasi dari saksi, awalnya ada percikan api dari korslet listrik yang menyambar ke tempat penyimpanan kardus di gudang tersebut hingga menyebabkan api membesar," ungkapnya.
(aik/amw)
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.