Jakarta, CNN Indonesia --
Corporate Secretary PT ASDP Windy Andale mengatakan kebakaran KMP Batumandi diduga berasal dari buritan kapal sekitar pukul 16.15 WIB, tepatnya di deck atas yang digunakan untuk mengangkut kendaraan kecil.
"Dugaan sementara ada percikan dari area buritan kapal. tapi hal ini masih kami dalami, kami juga pasti masih berkoordinasi dengan Basarnas, pihak kepolisian, melakukan pemantauan penyebab kebakaran tersebut," kata Windy Andale saat diwawancara langsung CNN Indonesia TV, Selasa (20/10) petang.
Windy memastikan seluruh penumpang dan awak kapal telah berhasil dievakuasi. Sementara itu proses penanggulangan api masih dilakukan.
"Kami utamakan proses evakuasi penumpang dan juga penanganan kondisi di lapangan. Tadi infonya sekitar pukul 5 (17.00 WIB) itu penumpang dan kru sudah berhasil dievakuasi," ungkap Windy.
Mengenai manifes di KMP Batumandi itu, Windy mengatakan pihaknya masih menunggu data dari pihak di lokasi.
"Saat ini untuk data penumpang masih kami konfirmasi kembali. Kami juga sedang berkoordinasi dengan seluruh stakeholders, seluruh pihak di lapangan untuk penanganan korban," kata dia.
"Sejauh ini dapat kami sampaikan bahwa seluruh penumpang maupun awak kapal telah dievakuasi dan tak ada korban jiwa," sambungnya.
Sementara untuk layanan di Pelabuhan Merak, kata dia, masih menunggu kepastian penanggulangan kebakaran tersebut.
"Gangguan layanan belum bisa dipastikan, karena kami masih berkoordinasi terus. di lapangan juga tim masih mengupayakan, termasuk pelayanan korban," kata Windy.
Saat ini, tim SAR gabungan masih berfokus memadamkan titik api yang tersisa di badan kapal.
Senada, Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten Rizky Dwianto mengatakan proses evakuasi seluruh penumpang telah selesai berdasarkan informasi yang diterima petugas di lapangan.
"Untuk update perkembangan kecelakaan kapal KM Batumandi ini, informasi yang kami terima untuk seluruh penumpang sudah berhasil dievakuasi," kata Rizky di Cilegon, Selasa.
Ia menjelaskan, evakuasi dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai armada, mulai dari kapal patroli, kapal nelayan, perahu karet, hingga rigid inflatable boat (RIB) milik Basarnas Banten. Setelah dievakuasi, para penumpang diarahkan dan dikumpulkan di Dermaga 6 Eksekutif Pelabuhan Merak.
Sementara itu, pendataan jumlah penumpang dan pencocokan dengan manifes kapal masih berlangsung. Basarnas Banten berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk memastikan data tersebut.
(tim/isn)