Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. (Istimewa)
Lanjutkan dari posisi terakhir
Sahroni menilai langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) yang menangkap Kajari Konawe, Fachrizal sebagai langkah yang tepat.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. (Istimewa)
JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menilai langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) yang menangkap Kajari Konawe, Fachrizal sebagai langkah yang tepat. Dengan begitu, kasus berhasil diselesaikan sebelum viral. Sahroni mengatakan, pengawasan internal harus dilakukan secara maksimal. Segala bentuk pelanggaran oleh aparat harus ditindak secepat mungkin. “Komisi III mengapresiasi pengawasan internal Kejaksaan yang tegas seperti ini. Memang harus begini, kalau ada oknum jaksa yang diduga menyalahgunakan jabatan, tindak tegas," kata Sahroni kepada wartawan, Sabtu (10/10). Politikus Partai NasDem ini mengatakan, penindakam hukum tidak perlu dilaksanakan menunggu viral terlebih dahulu. Gerak cepat menunjukan keseriusan lembaga dalam menjaga marwahnya. Baca Juga: Media Asing Soroti Karhutla Indonesia, Kabut Asap Picu Ketegangan dengan Malaysia "Ini inisiatif yang bagus, jangan menunggu laporan masyarakat, kejahatannya membesar, atau kasusnya viral dulu baru bergerak. Pengawasan internal harus lebih responsif, peka, dan berani menindak sejak dini, supaya pelanggaran bisa dicegah sebelum semakin parah. Jajaran Kejaksaan harus bersih dari Sabang sampai Merauke,” imbuhnya. Pengawasan dan penindakan harus berlaku di seluruh jajaran kejaksaan, baik di pusat maupun daerah. Menurutnya, setiap aparat penegak hukum harus menjaga integritas dan profesionalitas. “Kalau pengawasan internal bisa terus berjalan tegas dan konsisten, ini juga jadi bentuk pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang," jelasnya. Penegakan hukum harus dilakukan secara tegas tanpa pandang bulu. "Intinya, semua harus fokus menegakan hukum, dan kalau ada yang menyimpang, jangan dilindungi, tindak sesuai aturan. Sebab kepastian hukum dan penegakan hukum yang berintegritas merupakan fokus Presiden Prabowo,” pungkas Sahroni.
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.