Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza (tengah).
Lanjutkan dari posisi terakhir
Industrialisasi harus diperkuat. Hal ini sebagai upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza (tengah).
JawaPos.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Faisol Riza menilai, industrialisasi harus diperkuat. Hal ini sebagai upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen. Hal itu disampaikan Faisol dalam Diskusi Publik bertajuk Industrialisasi, Bursa Komoditas Strategis dan Prabowonomics yang digelar di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Jumat (2/10). Wakil Menteri Perindustrian itu menyampaikan, PKB berkomitmen memberikan gagasan terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Konsep Prabowonomics dapat menjadi jalan tengah antara prinsip-prinsip ekonomi yang terkandung dalam UUD 1945 dengan kondisi riil perekonomian Indonesia dan global. “Implementasi dari Prabowonomics ini sebagai jalan tengah akan membawa kita kepada satu step, khususnya di bidang industrialisasi,” ujar Faisol. Baca Juga: Ingin Bawa Polri Lebih Dekat dengan Masyarakat, Kapolri Suyudi Bakal Belanja Masalah Menurutnya, sebuah negara bisa menjadi negara maju karena memiliki industri kuat. Setidaknya ada 2 hal dasar yang perlu dimiliki dalam membangun industri, yakni ketersediaan bahan mentah dan bahan baku serta penguasaan teknologi. “Kalau dua hal ini bisa kita jamin bahwa industri di Indonesia memiliki kemandirian ini, kita akan sampai pada kesimpulan yang tadi dalam keynote speech-nya Pak Burhanuddin Abdullah sampaikan: pertumbuhan ekonomi yang bisa 8 persen,” imbuhnya. Pemerintah perlu membangun bursa komoditas strategis sebagai bagian dari agenda industrialisasi dan hilirisasi. Cara ini bisa menjamin ketersediaan bahan mentah yang akan diolah menjadi bahan baku industri. “Hilirisasi itu karena kita ingin, misalnya, bursa komoditas strategis menjamin pasokan bahan mentah untuk diolah menjadi bahan baku untuk industri,” jelasnya. Ia mencontohkan komoditas batu bara. Persoalan Indonesia bukan hanya karena harga komoditas tersebut selama ini banyak ditentukan oleh pasar global, tetapi juga bagaimana komoditas tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari rantai industri dalam negeri. “Pak Presiden menyatakan bahwa komoditas seperti batubara kita tidak menentukan harganya. Nah, bukan hanya tidak menentukan harganya, tetapi kita membutuhkan batubara sebagai bahan baku untuk gasifikasi,” pungkasnya.
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.