Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

KEK Industropolis Batang, Etalase Investasi Terbesar di Indonesia

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang membuka peluang bagi investor untuk mengembangkan bisnis dan memperkuat rantai pasok di Indonesia.

iNews 2 menit baca 0 komentar
KEK Industropolis Batang, Etalase Investasi Terbesar di Indonesia
Foto: iNews

JAKARTA, iNews.id - Di tengah upaya Indonesia memperkuat daya saing perdagangan dan memperluas keterlibatan dalam rantai pasok global, kesiapan basis produksi dan infrastruktur industri menjadi salah satu faktor penting dalam menarik investasi. Peluang pasar perlu diimbangi dengan lokasi usaha yang strategis, fasilitas pendukung, serta ekosistem yang mampu mengakomodasi kebutuhan industri dalam jangka panjang. 

Perspektif tersebut menjadi salah satu konteks pembahasan dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026. Di tengah perhatian terhadap peluang perdagangan internasional, pengembangan kawasan industri seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang turut menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi produksi dan investasi Indonesia. 

Dikembangkan dan dikelola oleh PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), bagian dari Holding BUMN Danareksa, Industropolis Batang memiliki total area pengembangan sekitar 4.300 hektare. Skala pengembangan ini memberikan ruang bagi pertumbuhan industri manufaktur sekaligus pengembangan kegiatan logistik, distribusi, komersial, dan pariwisata dalam satu kawasan terintegrasi. 

Lebih dari sekadar menyediakan lokasi industri, Industropolis Batang diarahkan untuk menjadi ekosistem yang mendukung perusahaan dalam membangun fasilitas produksi, mengembangkan kapasitas usaha, dan memperkuat keterhubungan dengan pasar domestik maupun internasional. 

Kawasan KEK Terbesar dengan 3 Status KEK

Dengan total area pengembangan 4.300 hektare, KEK Industropolis Batang menghadirkan peluang investasi di tiga bidang usaha: produksi dan pengolahan, logistik dan distribusi, serta pariwisata. Cakupan ini membuka peluang bisnis yang beragam, mulai dari manufaktur dan logistik hingga ritel, kuliner, akomodasi, dan rekreasi. 

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.