Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Kemenag Gandeng Kemnaker Latih Santri dan Alumni Pesantren untuk Tambah Kemampuan

Kemenag dan Kemnaker melatih santri dan alumni pesantren melalui Tailor Made Training, untuk meningkatkan keterampilan dan peluang kerja.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Kemenag Gandeng Kemnaker Latih Santri dan Alumni Pesantren untuk Tambah Kemampuan
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melatih santri dan alumni pesantren untuk menambah kemampuan.

Kerja sama tersebut diwujudkan melalui skema Tailor Made Training (TMT) yang dikembangkan Kemnaker melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang. 

Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Pesantren Kemenag Basnang Said, program tersebut merupakan bagian dari Program Pelatihan Vokasi Nasional dan Program Stimulus Ekonomi Semester II Tahun Anggaran 2026.

Dia menambahkan bahwa kolaborasi lintas kementerian dan lembaga menjadi salah satu pendekatan penting dalam memperluas manfaat program pemerintah bagi pesantren. 

”Pesantren tidak hanya memiliki fungsi pendidikan dan dakwah, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Karena itu, kita perlu membuka ruang kolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga agar potensi pesantren, santri, dan alumninya dapat dikembangkan secara optimal,” terang Basanang pada Rabu (8/10). 

Basnang menyampaikan bahwa akses terhadap pelatihan vokasi menjadi penting agar santri memiliki bekal keterampilan dan kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.

Keterampilan itu bisa menjadi modal untuk memasuki dunia kerja, membangun usaha, atau mengembangkan unit usaha yang telah dimiliki oleh pesantren.

”Harapannya santri tidak hanya memiliki bekal keilmuan, tetapi juga keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha. Dengan begitu, pesantren semakin kuat dalam menjalankan fungsi pemberdayaannya,” imbuhnya.

Menambahkan keterangan Basnang, Direktur Pemberdayaan Pesantren Kemenag Yusi Damayanti menjelaskan, skema TMT punya keunggulan karena pelatihan disusun berdasar kebutuhan mitra.

Sehingga pesantren bisa mengidentifikasi potensi dan kebutuhan di lingkungannya dan mengusulkan jenis pelatihan yang sesuai.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.