JAKARTA, iNews.id - Kementerian Agama (Kemenag) berencana memasukkan materi edukasi dan mitigasi bencana ke dalam kurikulum madrasah dan pondok pesantren di seluruh Indonesia. Langkah tersebut bertujuan membekali para santri dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi bencana sejak dini.
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Muhammad Syafi’i menyampaikan rencana tersebut saat meninjau pameran karya riset kebencanaan santri di Dayah/Pesantren Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB), Aceh Besar.
Dia menilai edukasi kebencanaan penting bagi lembaga pendidikan keagamaan mengingat kondisi geografis Indonesia yang rawan bencana. Karena itu, santri perlu dibekali pemahaman mengenai lingkungan, kesiapsiagaan, hingga keterampilan menyelamatkan diri dan orang lain.