JawaPos.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mendorong mata pelajaran yang berkaitan dengan teknologi semakin banyak dipelajari siswa-siswa. Coding dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang masuk sebagai mata pelajaran pilihan belum tersebar secara merata di sekolah-sekolah.
“Dalam data kami, baru ada 25 persen sekolah yang mengajarkan coding dan AI,” kata Abdul Mu'ti saat memaparkan kebijakan peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah dalam acara Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (2/10) malam dikutip dari Antara Sabtu (3/10).
Ia menjelaskan Kemendikdasmen membuka kesempatan pembelajaran coding dan AI mulai kelas 5 Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperluas pengenalan teknologi digital dan kecerdasan buatan kepada murid sejak pendidikan dasar.