Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Kemendikdasmen Berharap Pembelajaran Coding dan AI Kian Masif, Sebut Baru 25 % Sekolah Mengajarkan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mendorong mata pelajaran yang berkaitan dengan teknologi semakin banyak dipelajari siswa-siswa

Jawa Pos 1 menit baca 0 komentar
Kemendikdasmen Berharap Pembelajaran Coding dan AI Kian Masif, Sebut Baru 25 % Sekolah Mengajarkan
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mendorong mata pelajaran yang berkaitan dengan teknologi semakin banyak dipelajari siswa-siswa. Coding dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang masuk sebagai mata pelajaran pilihan belum tersebar secara merata di sekolah-sekolah.

“Dalam data kami, baru ada 25 persen sekolah yang mengajarkan coding dan AI,” kata Abdul Mu'ti saat memaparkan kebijakan peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah dalam acara Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (2/10) malam dikutip dari Antara Sabtu (3/10).

Ia menjelaskan Kemendikdasmen membuka kesempatan pembelajaran coding dan AI mulai kelas 5 Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperluas pengenalan teknologi digital dan kecerdasan buatan kepada murid sejak pendidikan dasar.

Namun, pelaksanaannya membutuhkan kesiapan guru, terutama melalui pelatihan agar tenaga pendidik mampu mengajarkan materi tersebut sesuai jenjang pendidikan. Abdul Mu'ti mengatakan peningkatan kualitas guru menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan berbagai kebijakan prioritas Kemendikdasmen.

“Kami ingin mendapatkan dukungan dari Bapak, Ibu sekalian, para pimpinan perguruan tinggi agar guru kami lebih berkualitas. Oleh karena itu, berbagai pelatihan tentu harus banyak kita laksanakan,” ujarnya di hadapan para rektor dan dosen dari berbagai universitas di Indonesia.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.