JAKARTA, iNews.id - Remaja tidak selalu mudah menceritakan masalah yang mereka hadapi kepada orang tua. Persoalan pertemanan, rasa minder, hingga kesulitan mengendalikan emosi terkadang justru lebih mudah dibagikan kepada teman sebaya yang dianggap bisa memahami perasaan mereka.
Kondisi ini menunjukkan pentingnya lingkungan pertemanan yang suportif bagi kesehatan mentalanak muda. Teman yang bersedia mendengarkan tanpa menghakimi dapat menjadi tempat bercerita, terutama ketika seorang remaja belum siap mengungkapkan masalahnya kepada orang dewasa.
Namun, menjadi tempat curhat bukan berarti seorang teman harus mampu menyelesaikan semua persoalan. Remaja tetap membutuhkan dukungan orang tua, guru, dan tenaga profesional ketika menghadapi masalah yang lebih serius.
Anak muda dilatih untuk bisa menjadi konselor sebaya. (Foto: Dokumentasi: Humas Kementerian Transmigrasi / Tim Ekspedisi Patriot UNAIR)