JawaPos.com – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan tidak ada rencana pengadaan CCTV baru secara besar-besaran untuk mengawasi operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemerintah memilih mengintegrasikan kamera pengawas yang sudah tersedia di setiap dapur untuk dipantau dari pusat dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, saat ini pihaknya tengah menguji coba sistem integrasi CCTV di sekitar 70 dapur MBG. Sistem tersebut disiapkan untuk memantau kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), mulai dari pengolahan makanan hingga pencucian ompreng.
”Kami berusaha untuk sebisa mungkin itu kita tidak membeli atau melakukan pengadaan pengadaan untuk misalnya beli beli CCTV sekian puluh ribu, nggak ada. Jadi kami berusaha bagaimana mengkoneksi saja,” kata Sudaryono usai Rapat Koordinasi Terbatas di Kemenko Pangan, Senin (19/10).
Menurut dia, seluruh dapur MBG sebenarnya sudah memiliki CCTV. Namun, selama ini rekaman kamera pengawas tersebut hanya digunakan secara internal oleh masing-masing dapur.
Melalui integrasi sistem, BGN ingin memanfaatkan CCTV untuk mengawasi pelaksanaan SOP secara lebih menyeluruh. Teknologi AI juga akan membantu mendeteksi praktik yang tidak sesuai dengan prosedur.
Sudaryono mencontohkan, pengawasan diperlukan untuk memastikan pekerja mempersiapkan bahan makanan dengan cara yang benar. Dia menyinggung kebiasaan sebagian pekerja yang masih memotong sayuran di lantai, bukan di meja kerja.
”Ini sederhana tapi ini terjadi, karena tenaga kerjanya adalah berasal dari akamsi (anak kampung sini), ibu-ibu ini, beberapa di antaranya memang tidak terbiasa misalnya nyacah kol di meja, dia biasa misalnya nyacah di lantai. Nah, itu dengan adanya CCTV kemudian ada pop-up, kemudian kita bisa,” ujarnya.
Selain pengolahan makanan, pengawasan juga diarahkan pada kepatuhan relawan, kepala dapur, hingga mitra yayasan yang terlibat dalam program MBG.