Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Ketua RT di Gandaria Utara Andalkan Teknologi untuk Solusi Sampah

Ketua RT menggunakan teknologi untuk pengelolaan sampah di Jakarta dalam bentuk kompos keliling.

CNN Indonesia 3 menit baca 0 komentar
Ketua RT di Gandaria Utara Andalkan Teknologi untuk Solusi Sampah
Foto: CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua RT 11 RW 7, Kelurahan Gandaria Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Imam Basori memakai teknologi untuk menyelesaikan persoalan sampah.

Dengan inovasi dan teknologi yang dipakai, pengelolaan sampah organik jadi kompos yang tadinya butuh waktu lama, kini bisa dipersingkat.

Ibas sapa Imam Basori menginisiasi program Kompos Keliling (Komling) di mana petugas menjemput sampah organik menggunakan gerobak listrik yang dilengkapi dengan mesin pencacah sampah.

Ibas sebut metode penjemputan (door-to-door) ini digunakan untuk menyelesaikan sampah di tingkat hulu.

"Dengan cara door-to-door, sekaligus kita mengedukasi ke masyarakatnya secara langsung dengan mengajari pilah sampah dan mempraktikkan," kata Ibas, Rabu (4/11).

Dalam sehari, Komling ini mampu mengolah sampah organik sebanyak 5-10 liter.

Sedangkan, kapasitas pengolahan sampah organik yang lebih besar dilakukan dengan inovasi kedua, yakni mesin Komposter Mandiri (Koma).

"Untuk Koma dia bisa mencapai 100 kilo. Nah, ini penting. Jadi lebih besar lagi dan juga bisa menampung satu RW nantinya," ujar Ibas.

Hasil pengolahan sampah organik pun dimanfaatkan kembali oleh Ibas dan warga setempat. Pemanfaatannya dilakukan dengan mengolah sampah menjadi kompos untuk program ketahanan pangan.

Kini, Ibas menjadi salah satu peserta kategori penggerak dalam program Pilah Olah Sampah Heroes 2026.

Program ini diinisiasikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengapresiasi mereka yang mampu aktif dalam pengelolaan sampah sekaligus turut mengajak warga lainnya untuk peduli terhadap sampah.

Munculnya solusi teknologi ini, Ibas sebut, berasal dari hasil keluhan masyarakat terkait bau dan rasa jijik dari pengolahan sampah organik secara konvensional.

Maka dari itu, ia pun mencetuskan solusi ramah lingkungan yang berbasis teknologi.

"Sudah eranya revolusi 5.0, maka kita juga melakukan hal yang sama adalah cara penyelesaian yang menjadi keresahan masyarakat tentang sampah tadi, nah kita bisa atasi dengan pendekatan teknologi," ungkapnya.

Teknologi dan proses pembuatan kebijakan publik juga bukan hal yang baru bagi Ibas. Ternyata, ilmu tersebut ia peroleh melalui studi pendidikan tinggi.

"Latar belakang dulunya di IT juga, di elektronika kan. Kebetulan S1 saya elektronika, S2-nya manajemen kebijakan publik. Nah, itu yang mungkin background awal kita," kata Ibas.

Ibas menargetkan untuk menghadirkan alat yang dapat mengubah sampah anorganik berupa plastik menjadi furnitur.

"Salah satunya buat nambah nanti ya bisa jadi buat furnitur tadi, untuk bikin molding-nya dan juga untuk mengubah, melelehkan plastik tadi. Nah, nantinya insyaallah kita nyari formulanya seperti itu," jelasnya.

Ibas dan 14 peserta lainnya sedang melalui tahap verifikasi lapangan program Pilah Olah Sampah Heroes 2026. Selanjutnya, sebanyak 10 peserta akan masuk tahap penilaian final pada Senin (9/11).

Nantinya, pemenang dari ajang penghargaan ini akan diberikan apresiasi langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Penganugerahan akan berlangsung pada Selasa (10/11) mendatang.

(mou/sur)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.