Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Ketua Umum IESPA Ibnu Sulistyo: Esport di Indonesia Sangat Luar Biasa, SDM Dilirik Negara Lain

Ketua Umum Indonesia Esports Association (IESPA) Ibnu Sulistyo menilai, industri esport di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Ketua Umum IESPA Ibnu Sulistyo: Esport di Indonesia Sangat Luar Biasa, SDM Dilirik Negara Lain
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Ketua Umum Indonesia Esports Association (IESPA) Ibnu Sulistyo menilai, industri esport di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu kekuatan ekonomi kreatif nasional. Selain didukung pasar yang luas, Indonesia juga memiliki sumber daya manusia dengan kemampuan yang dapat bersaing di tingkat internasional.

Pandangan tersebut disampaikan Ibnu Sulistyo dalam diskusi bertajuk The Legacy Relay 2026 di Perpustakaan Nasional Jakarta, belum lama ini. Ia menekankan bahwa esport tidak seharusnya hanya dipandang sebagai aktivitas bermain gim, tetapi juga sebagai bagian dari industri kreatif yang membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja.

“Esport di Indonesia sangat luar biasa,” ujar Ibnu di hadapan ratusan peserta.

Menurut dia, industri ini memiliki peluang pengembangan yang besar karena ditopang berbagai talenta lokal. Potensi tersebut tidak hanya berasal dari atlet esport, tetapi juga dari profesi lain yang berkaitan dengan pengembangan gim dan produksi konten digital.

Ibnu menyebut, Indonesia memiliki animator dan pengembang gim (game developer) yang dapat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem industri tersebut.

“Kita punya animator, kita punya game developer,” katanya.

Keberadaan talenta di berbagai bidang itu dinilai menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam industri gim dan esport. Dengan pengembangan yang tepat, kemampuan sumber daya manusia lokal dapat menghasilkan karya, produk, serta peluang bisnis yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Potensi Esport dan Ekonomi Kreatif Indonesia

Dalam diskusi tersebut, Ibnu juga menyinggung kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian Indonesia. Ia menyebut, kontribusinya hampir mendekati angka 4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Kita menuai GDP hampir 4 persen. Kita sebagai market terbesar,” ujarnya.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.