Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Kisah Nordin, Relawan Damkar yang Tutup Usia saat Padamkan Karhutla di Kalsel

Nordin 50, relawan pemadam kebakaran (damkar) dari BPK Kayu Bulan (KBL), meninggal dunia setelah bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Rabu (21/10).

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Kisah Nordin, Relawan Damkar yang Tutup Usia saat Padamkan Karhutla di Kalsel
Foto: Jawa Pos

Relawan damkar Nordin meninggal dunia setelah mengalami sesak napas dan nyeri dada seusai memadamkan karhutla di Kecamatan Alalak, Barito Kuala. (Radar Banjarmasin)

JawaPos.com – Nordin 50, relawan pemadam kebakaran (damkar) dari BPK Kayu Bulan (KBL), meninggal dunia setelah bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Rabu (21/10). Nordin sempat mengeluhkan sesak napas dan nyeri dada saat berada di lokasi kebakaran.

Rekan-rekannya sempat memberikan pertolongan dan membawa Nordin menuju Klinik Setara di Handil Bakti. Namun, kondisinya memburuk dalam perjalanan hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Iskandar, 53, relawan Damkar Sarimi di Jalan Sultan Adam, menceritakan, Nordin berangkat dari rumahnya di kawasan Kayu Bulan, Sungai Andai, untuk bergabung dengan rombongan menuju lokasi karhutla.

"Sekitar pukul 13.00 Wita kami sampai di lokasi. Korban turun untuk memadamkan api bersama beberapa orang lainnya. Kurang lebih satu jam bekerja, korban mengeluh sesak napas dan sakit dada," kata Iskandar seperti dikutip dari Radar Banjarmasin (Jawa Pos Grup), Kamis (22/10).

Setelah menyampaikan keluhannya, Nordin bersama sejumlah rekannya sempat beristirahat dan minum. Namun, kondisinya justru semakin memburuk hingga kesulitan bernapas.

Rekan-rekannya kemudian memberikan pertolongan pertama sebelum memutuskan membawanya ke Klinik Setara.

"Dalam perjalanan ke klinik, korban kejang-kejang dan tangannya sudah mengepal. Tidak lama kemudian, korban meninggal dunia. Jadi, meninggalnya dalam perjalanan ke klinik," ungkap Iskandar.

Tim Medis Lakukan RJP Dua Kali

Sementara itu, Kepala Klinik Setara, dr. Amalia Dewi mengatakan bahwa tim medis langsung melakukan penanganan saat Nordin tiba. Namun, pemeriksaan awal menunjukkan pupil pasien telah mengalami midriasis atau pelebaran.

Namun, tim medis tetap melakukan tindakan sesuai prosedur, termasuk resusitasi jantung paru (RJP) sebanyak dua kali. Pemeriksaan lanjutan menggunakan elektrokardiogram (EKG) untuk mengetahui aktivitas listrik jantung juga tidak menunjukkan respons.

Nordin kemudian dinyatakan meninggal dunia.

"Menurut kami, pasien diduga meninggal dunia dalam perjalanan menuju klinik," ujar Amalia.

Berdasarkan keterangan rekan-rekannya kepada tim medis, Nordin sempat mengeluhkan nyeri dada sekitar setengah jam sebelum dibawa ke klinik.

Paparan Asap Jadi Perhatian

Amalia menjelaskan, penyebab pasti kematian Nordin tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan informasi mengenai paparan asap di lokasi karhutla. Meski begitu, kondisi lingkungan saat pemadaman menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.

Menurut keterangan rekan-rekannya, Nordin berada di bagian depan saat memadamkan api sehingga diduga terpapar asap pekat. Penggunaan alat pelindung diri (APD) yang tidak memadai juga menjadi perhatian.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.