Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

KMP Batu Mandi Terbakar di Selat Sunda, Penumpang Sempat Dengar Ledakan

KMP Batu Mandi terbakar di Selat Sunda, evakuasi penumpang masih berlangsung setelah ledakan yang membuat panik.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
KMP Batu Mandi Terbakar di Selat Sunda, Penumpang Sempat Dengar Ledakan
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Kapal Motor Penumpang (KMP) Batu Mandi terbakar di Perairan Selat Sunda pada Selasa sore (20/10). Berdasar kesaksian salah seorang penumpang bernama Ario Saputra, sempat terdengar ledakan sebelum api melalap kapal dengan rute Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak tersebut. 

Kesaksian tersebut disampaikan oleh Ario saat diwawancarai oleh JawaPos.com. Menurut dia, kebakaran terjadi sekitar pukul 16.20 WIB. Saat itu kapal sudah mendekat ke Pelabuhan Merak. Namun, mendadak muncul kepulan asap dari bagian mesin kapal. 

”Mesin kapalnya terbakar, awalnya asap hitam mengepul, habis itu baru meledak,” kata dia. 

Ledakan tersebut terdengar keras hingga membuat para penumpang panik. Ario yang sudah berhasil dievakuasi ke Dermaga Eksekutif, Pelabuhan Merak, mengaku sempat mendengar dan menyaksikan langsung kepanikan para penumpang pasca ledakan dan kebakaran. 

”Kurang lebih 15 menit lagi merapat ke dermaga kejadiannya. Evakuasinya masih berlanjut,” ujarnya. 

Menurut Ario, sampai pukul 18.15 WIB, api yang membakar kapal tersebut masih terlihat dari dermaga. Evakuasi penumpang juga masih terus dilakukan. Dia mengaku baru saja selesai didata saat dihubungi untuk diwawancarai. Keterangan itu selaras dengan pernyataan Kabid Humas Polda Banten  Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea.

”Saat ini, proses evakuasi masih berlangsung. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Banten tengah melakukan upaya evakuasi di lokasi kejadian,” kata dia kepada awak media.

Menurut Maruli, semua pihak terkait masih melakukan pendataan jumlah korban serta melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dia memastikan, perkembangan situasi, termasuk informasi mengenai korban dan penyebab kebakaran bakal disampaikan setelah diperoleh data resmi dari petugas di lapangan.

”Hingga saat ini, jumlah korban maupun penyebab kebakaran masih dalam proses pendataan dan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. 

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.