Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

KMP Batumandi yang Terbakar di Merak Tenggelam Usai Dipadamkan

Kapal KMP Batumandi yang terbakar di Pelabuhan Merak tenggelam setelah pemadaman. ASDP memastikan lokasi tidak mengganggu arus lalu lintas pelayaran.

Detik 2 menit baca 0 komentar
KMP Batumandi yang Terbakar di Merak Tenggelam Usai Dipadamkan
Foto: Detik

Cilegon -

Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang terbakar di alur masuk Pelabuhan Merak telah tenggelam. Bangkai kapal tenggelam usai petugas melakukan pemadaman.

Tenggelamnya kapal terkonfirmasi dari pengumuman peringatan keamanan yang disiarkan oleh petugas Vessel Traffic Service (VTS) Merak. Laporan peringatan tersebut disiarkan untuk seluruh kapal penumpang yang berada di Selat Sunda.

Dalam sebuah rekaman video yang diterima, petugas VTS Merak mengabarkan bahwa KMP Batumandi tenggelam di alur masuk penyeberangan Merak.

"Security, security, security, semua kapal, semua kapal, semua kapal, di sini Merak VTS, Merak VTS, Merak VTS. Peringatan navigasi, informasi kepada semua kapal penumpang untuk KMP Batumandi sudah tenggelam pada posisi 05°56,732'S 105°59,376'T di alur masuk kapal penyeberangan Merak," kata petugas Merak VTS, Rabu (21/10/2026).

Siaran radio komunikasi tersebut memperingatkan kapal-kapal penumpang untuk berhati-hati saat memasuki area tersebut.

"Agar kapal-kapal penyeberangan yang masuk alur tersebut dapat lebih berhati-hati dan waspada. Terima kasih. Merak VTS out," katanya.

Sementara, pihak ASDP mengkonfirmasi, KMP Batumandi tenggelam sekitar pukul 20.45 WIB. ASDP berkoordinasi dengan pihak terkait agar lokasi tenggelamnya kapal tidak mengganggu arus lalu lintas pelayaran.

"PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan perkembangan terbaru penanganan insiden KMP Batumandi yang dilaporkan terbalik hingga tenggelam di perairan sekitar Pelabuhan Merak pada Rabu (21/10), sekitar pukul 20.54 WIB. Sebagai tindak lanjut, ASDP berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan lokasi kapal yang tenggelam tidak mengganggu keselamatan dan kelancaran lalu lintas pelayaran," ujarnya.

(fca/fca)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.