Bekasi -
Beredar sebuah video dan foto yang menampilkan deretan motor listrik terparkir di sebuah lahan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. TNI membantah motor-motor tersebut milik TNI.
"Bukan," ujar Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya Letkol Arh Noor Iskak lewat pesan singkat, Rabu (21/10/2026). Iskak menjawab pertanyaan apakah deretan motor trail tersebut milik TNI.
Iskak tak mengetahui pasti siapa pemilik motor listrik tersebut. Iskak mengatakan dirinya telah mengecek sampai ke satuan jajaran Kodam Jaya.
"Saya belum tahu (pemilik motor), sudah saya cek data di satuan jajaran Kodam Jaya tidak ada yang punya itu. Mungkin dari bapaknya yang pertama nyebut kalau itu milik TNI, bisa ditanya personel TNI itu namanya siapa bisa kami telusuri," lanjutnya.
Diketahui, beredar foto dan video yang diunggah warganet di media sosial Threads terkait keberadaan deretan motor listrik tersebut. Motor tersebut tampak terparkir di sebuah lahan kosong tanpa atap.
Di sampingnya, terlihat tumpukan rongsokan. Tampak pula ada ekskavator dan truk yang sedang mengangkut rongsokan.
Tak jauh dari situ, ada pula truk kecil dengan muatan ban. Tampak sejumlah orang beraktivitas di sekitarnya.
BGN Bantah
Juru bicara Badan Gizi Nasional (BGN) Tysa Novenny membantah motor listrik dalam video tersebut milik BGN. Dia mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan dan membandingkan motor dalam video dengan motor trail listrik yang diadakan pada 2025.
"Itu bukan motor milik BGN. Kami sudah lakukan pengecekan dan membandingkan dari video yang teman-teman kirim itu dengan motor trail listrik pengadaan tahun 2025 yang jadi sorotan publik tersebut. Hasilnya berbeda," kata Tysa saat dihubungi, Senin (19/10).
Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan motor-motor dalam video tersebut bukan barang bukti kasus dugaan korupsi pengadaan motor listrik di BGN.
"Kami pastikan itu bukan barang bukti terkait BGN," kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung (Kejagung) Anang Supriatna.
Dia mengatakan barang bukti kasus tersebut disimpan dalam gudang. Dia memastikan ciri-ciri motor dalam video tersebut berbeda dengan barang bukti yang ada.
"Dan semua motor pengadaan BGN ada di dalam gudang. Dari ciri-ciri sangat berbeda," katanya.
(isa/imk)