JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan layanan internet berkecepatan 100 Mbps dapat dinikmati masyarakat dengan biaya berlangganan sekitar Rp 100 ribu per bulan.
Untuk itu, kini Komdigi tengah mengkaji perluasan jaringan internet tetap atau fixed broadband untuk menekan biaya layanan internet di Indonesia.
Wamenkomdigi Nezar Patria mengatakan, perluasan fixed broadband menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan keterjangkauan internet.
Langkah tersebut juga diharapkan memperluas pilihan layanan bagi masyarakat, terutama di wilayah padat penduduk yang masih menghadapi biaya konektivitas relatif mahal.
“Kita ingin ongkosnya juga semakin rendah dengan memperkuat fixed broadband, bukan cuma mobile broadband. Sekarang fixed broadband kita penetrasinya kurang lebih 22 persen dari total konektivitas yang ada,” ujarnya usai acara Digital Infrastructure Summit 2026 di Jakarta Pusat, dikutip Rabu (14/10).
Nezar menjelaskan, penetrasi fixed broadband di Indonesia saat ini baru mencapai sekitar 22 persen.
Pemerintah berharap angka tersebut dapat meningkat hingga sekitar 50 persen agar akses internet rumah tangga semakin luas dan terjangkau.
Menurut dia, biaya berlangganan internet di Indonesia masih relatif tinggi. Padahal, dengan pendapatan per kapita yang mendekati 5.000 dolar AS, biaya internet rumah tangga idealnya berada di kisaran Rp 200 ribu per bulan.
Sementara itu, biaya berlangganan yang saat ini berada di sekitar Rp 300 ribu dinilai masih perlu ditekan.
Karena itu, pemerintah menargetkan masyarakat dapat menikmati layanan internet berkecepatan 100 Mbps dengan biaya sekitar Rp 100 ribu.