Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Komitmen Polri-BNN Berantas Narkoba di Kampung Ambon Sesuai Arahan Presiden

Tim gabungan Polri dan BNN menggerebek dua kampung narkoba di Jakarta, amankan 24 orang dan barang bukti narkoba serta senjata tajam. Operasi berlanjut.

Detik 4 menit baca 0 komentar
Komitmen Polri-BNN Berantas Narkoba di Kampung Ambon Sesuai Arahan Presiden
Foto: Detik

Jakarta -

Tim gabungan dari Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, hingga Satpol PP menyikat dua kampung narkoba di DKI Jakarta. Sebanyak 24 orang diamankan dari Kampung Ambon dan Kampung Boncos di Jakarta Barat.

Penggerebekan dilakukan pada Jumat (9/10/2026). Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Kristian P Siagian mengatakan penggerebekan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.

"Saat ini operasi kami lakukan di seluruh Indonesia. Serentak, arahan Presiden kepada Kapolri sudah jelas, kami maknai dan kami tidak akan tidur. Kami tidak akan tidur, masyarakat di hati kami. Kami akan berantas mata rantai narkoba," ujar Kristian di Kampung Ambon, Jakbar, Jumat (9/10).

Dari hasil penyisiran di dua lokasi tersebut, petugas berhasil mengamankan total 24 orang, terdiri atas 16 orang di Kampung Ambon dan 8 orang di Kampung Boncos. Mereka kemudian dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa lebih lanjut.

"Aparat gabungan menangkap 24 orang yang diduga terkait dengan peredaran di Kampung Ambon dan Kampung Boncos, Jakarta Barat. Mereka ditangkap saat aparat melakukan penggerebekan hari ini," kata Kristian.

Di Kampung Ambon, beberapa orang melarikan diri saat petugas datang. Bahkan, mereka mencoba kabur dengan cara terjun ke sungai.

"Di Kampung Ambon khususnya ini ya, kita temukan orang-orang yang berusaha lari. Ada yang ke sungai tadi, kemudian kita lakukan pengamanan. Kita borgol," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso seusai penggerebekan di Kampung Ambon, Jakbar, Jumat (9/10/2026).

Puluhan orang yang diamankan tersebut selanjutnya dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa. Mereka juga menjalani tes urine untuk memastikan apakah mengonsumsi narkotika atau tidak.

Sita Barang Bukti Narkoba hingga Senjata Tajam

Tim gabungan juga menyita sejumlah barang bukti dalam penggerebekan di Kampung Ambon dan Kampung Boncos. Selain narkoba, petugas menemukan sejumlah senjata tajam yang diduga dipersiapkan untuk melakukan perlawanan.

"Nah, barang temuan di lokasi di antaranya ada sabu, ya, kemudian ada ganja, ada sajam, itu panah, tombak, busur. Kemudian etomidate, ada timbangan, ya. Nah itu tentu akan kita lakukan penyelidikan," ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Kristian P Siagian.

Sementara itu, dari hasil penggeledahan di Kampung Boncos, tim gabungan menyita puluhan alat isap sabu (bong) yang terbuat dari botol plastik. Seluruh barang bukti diamankan di Polda Metro Jaya untuk penyelidikan lebih lanjut.

Modus Lapak Narkoba

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso mengatakan pihaknya menemukan sejumlah rumah hingga bangunan semipermanen yang diduga kuat menjadi lapak peredaran narkoba dalam penggerebekan di Kampung Ambon. Lapak-lapak tersebut juga digunakan sebagai tempat mengonsumsi narkoba.

"Yang jelas, yang kita dapati saat ini tadi secara fakta ada lapak ya, ada yang menyewakan bong-bong tersebut," kata Bismo di lokasi.

Dari hasil penggeledahan, ditemukan berbagai modus operandi yang digunakan para pengedar untuk menyembunyikan narkoba. Barang tersebut ada yang disimpan di dalam motor hingga disembunyikan di rumah kos.

Pantauan detikcom di Kampung Ambon, Jumat (9/10/2026), petugas bersenjata lengkap mendatangi sebuah bangunan berdinding tripleks dan kayu. Terdapat gambar bendera Israel berwarna biru pada bangunan semipermanen tersebut.

Selanjutnya, petugas menyisir sejumlah rumah tak jauh dari titik pertama. Ada tiga hunian yang diperiksa.

Penggeledahan pertama dilakukan di sebuah rumah berpagar biru. Rumah itu terkunci rapat dan bahkan ditutup dengan tripleks.

Saat petugas berhasil masuk, ruangan terlihat lengang. Namun, ditemukan sejumlah bong beserta pipet dan bungkus sabu.

Di lokasi tersebut, polisi menemukan satu orang yang tengah bersantai. Dia diduga turut menjalankan lapak narkoba.

Di lokasi itu juga terdapat lapak yang menjual camilan dan minuman. Sementara itu, di seberangnya terlihat sebuah ruko dengan pintu rolling door berwarna hitam.

Petugas mencongkel pintu rolling door yang terkunci rapat tersebut. Setelah berhasil masuk, petugas menemukan sejumlah barang serupa dengan yang ditemukan di lokasi pertama.

Di lokasi tersebut, petugas menemukan sejumlah STNK dan emas. Petugas juga menemukan minuman keras (miras) dan senjata tajam.

Di lokasi ketiga, yang berada di samping ruko, terdapat bangunan yang dihuni sejumlah orang. Petugas mengamankan sejumlah orang yang sempat melarikan diri ke lantai atas.

Dalam penggerebekan kali ini, petugas mengerahkan drone (pesawat nirawak) untuk memantau pergerakan para pelaku narkoba. Dari hasil pemantauan, petugas menemukan sejumlah koper di atas genting.

Berdasarkan video yang diperoleh, ada empat koper yang disita petugas dari atas genting. Petugas harus naik ke atas genting untuk mengamankan koper-koper tersebut.

(aik/aik)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.