Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

KontraS Kecam Bentrok Berdarah TNI dan Warga di Pidie Aceh hingga Telan Korban

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh mengutuk keras insiden bentrokan prajurit TNI AD dengan warga di Pidie, Aceh.

iNews 2 menit baca 0 komentar
KontraS Kecam Bentrok Berdarah TNI dan Warga di Pidie Aceh hingga Telan Korban
Foto: iNews

PIDIE, iNews.id – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh mengutuk keras insiden bentrokan prajurit TNI AD hingga berujung penembakan terhadap warga di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh.

Tragedi yang terjadi di tengah berlangsungnya acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia dan 13 warga lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa berdarah tersebut menuai kecaman luas dari berbagai elemen masyarakat. KontraS Aceh menilai insiden penembakan ini merupakan pelanggaran serius yang wajib diusut tuntas secara menyeluruh dan transparan oleh aparat penegak hukum.

Koordinator KontraS Aceh, Azharul Husna menegaskan, penembakan terhadap warga sipil telah mencederai rasa keadilan dan merusak iklim keamanan masyarakat.

"Insiden penembakan ini telah mencederai rasa keadilan dan keamanan masyarakat, serta mengancam semangat perdamaian yang selama ini dibangun di Tanah Aceh," kata Azharul Husna di Pidie, Kamis (5/11/2026). 

Selain mengutuk aksi kekerasan, KontraS Aceh juga menyoroti dugaan pemicu insiden yang berkaitan dengan dinamika pengibaran Bendera Bulan Bintang di lokasi acara.

Husna mengingatkan, penyelesaian polemik simbol daerah seharusnya dilakukan melalui koridor dan mekanisme hukum resmi, tanpa mengabaikan nilai-nilai perdamaian Aceh sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA).

Atas kejadian ini, KontraS Aceh mendesak agar tim penanganan hukum mengungkap kasus secara terbuka, menyeret seluruh pihak yang bertanggung jawab ke ranah peradilan, serta memberikan pemenuhan hak dan keadilan bagi para korban maupun keluarga yang ditinggalkan.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan, bentrokan terjadi saat personel TNI Kodim 0102/Pidie bersama unsur terkait melaksanakan penertiban dan penurunan Bendera Bulan Bintang yang dikibarkan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sebelum penertiban, anggota TNI-Polri telah melakukan langkah persuasif melalui komunikasi dan mediasi dengan panitia penyelenggara agar bendera tersebut tidak dikibarkan. “Namun, upaya tersebut belum mencapai kesepakatan karena panitia tetap bersikeras mempertahankannya,” ujarnya. 

TNI AD juga melakukan langkah antisipasi terhadap rencana kegiatan Syiar Aceh Merdeka di wilayah Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Personel Kodim 0102/Pidie bersama personel Bawah Kendali Operasi (BKO) melaksanakan patroli dan komunikasi sosial dengan masyarakat.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.