Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Korea Utara Uji Coba Rudal Bom Klaster, Daya Hancur Sampai 13 Hektare

Korea Utara uji coba rudal balistik taktis dengan hulu ledak klaster untuk melatih militer. Uji coba ini menambah ketegangan di kawasan.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Korea Utara Uji Coba Rudal Bom Klaster, Daya Hancur Sampai 13 Hektare
Foto: Detik

Jakarta -

Korea Utara kembali melakukan uji coba rudal balistik taktis yang dilengkapi hulu ledak klaster. Uji coba tersebut sebagai bagian dari serangkaian latihan untuk melatih pasukan militer dalam penggunaan senjata.

Dilansir AFP, Minggu (1/11/2026), uji coba bom klaster tersebut dilaksanakan pada Sabtu. Uji coba itu dilakukan menyusul serangkaian pengujian berbagai jenis persenjataan. Diketahui, Korea Utara memiliki senjata nuklir termasuk pesawat nirawak (drone) serang, sistem torpedo berpemandu presisi yang baru, serta rudal hipersonik jarak menengah.

"Uji coba tersebut dilakukan untuk menilai kemampuan adaptasi tempur serta daya hancur hulu ledak bom klaster yang dipasang pada rudal balistik taktis," lapor kantor berita resmi Korean Central News Agency (KCNA).

Para pejabat menyatakan, senjata itu "mampu meluluhlantakkan area target seluas 12 hingga 13 hektare dengan daya hancur berkepadatan tinggi."

"Dalam tahun ini, kami akan memastikan unit-unit militer mampu memilih dan menggunakan berbagai jenis senjata tersebut sesuai dengan tujuan operasional dan karakteristik spesifik target," ujar direktur jenderal Administrasi Rudal Korea Utara.

Dilansir situs Asosiasi Pengendalian Senjata Arns Control Association, adapun bom klaster merupakan jenis senjata konvensional yang dirancang untuk melepaskan submunisi eksplosif hingga ratusan submunisi di area yang luas.

Berdasarkan foto-foto yang dirilis KCNA memperlihatkan sebuah proyektil yang ditembakkan dari peluncur bergerak, dengan semburan api berwarna oranye. Gambar lainnya menunjukkan dampak dari bom klaster yang menghantam sebuah target di sebuah pulau.

Sementara itu, Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, tidak hadir pada uji coba tersebut. Sebelumnya ia sempat mengawasi uji coba peluncuran hulu ledak bom klaster yang dipasang pada rudal balistik pada bulan April, didampingi oleh putrinya, Ju Ae.

Kegiatan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan akibat ledakan ranjau darat di sepanjang perbatasan yang dijaga ketat antara kedua pihak. Dalam insiden itu tiga tentara Korea Selatan terluka.

Terkait hal itu, pihak Korea Utara membantah bertanggung jawab dan bersumpah akan semakin memperkuat wilayah perbatasannya serta melanjutkan kembali kampanye melalui pengeras suara.

(yld/idn)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.