JawaPos.com - Dua karyawan Trans Home di Jalan Jogja-Solo Kilometer 11, Kalasan, Sleman, meninggal dunia dalam kebakaran besar yang melanda toko bangunan dan elektronik tersebut, Kamis (1/10). Kedua korban diketahui merupakan karyawan bagian administrasi yang sempat terjebak di dalam gedung saat api membesar.
Dua korban tersebut yakni Wiken Novalia Davin, 20, warga Tawang Tanjuang RT 7 RW 26, Ngajek, Tirtomartani, Sleman, dan Sulistyani, warga Marangan, Bokoharjo, Prambanan, Sleman. Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi korban ketika proses penanganan kebakaran masih berlangsung. Kebakaran terjadi sekitar pukul 13.10 WIB. Saksi mata bernama Wiji mengatakan, warga awalnya melihat asap dari bagian belakang toko. Area tersebut disebut merupakan gudang plastik sehingga api dengan cepat membesar dan menjalar ke bagian lain bangunan. "Warga menghubungi damkar tapi lama banget. Kami sendiri gak bisa bergerak. Kena angin langsung mengepul terus," kata Wiji seperti dikutip dari Radar Jogja (Jawa Pos Grup), Jumat (2/10). Besarnya api membuat warga dan karyawan tidak mampu menyelamatkan barang-barang di dalam toko. Mereka hanya sempat memindahkan sekitar delapan sepeda motor dan dua mobil dari halaman depan Trans Home. Wiji mengatakan, saat kebakaran berlangsung terdapat dua karyawan yang terjebak di dalam gedung. Keduanya terdiri atas satu laki-laki dan satu perempuan. Kabar adanya karyawan yang terjebak membuat sejumlah keluarga pegawai Trans Home mendatangi lokasi. Salah satunya Ayuna Salsabila yang mencari sepupunya, Wiken Novalia Davin. Ayuna mengatakan, Wiken belum dapat dihubungi ketika kebakaran terjadi. Telepon genggam Wiken ternyata dibawa oleh temannya yang lain. Menurut informasi yang diterima Ayuna, Wiken sempat berusaha menyelamatkan tasnya yang berada di lantai tiga ketika kebakaran terjadi. "Sudah disuruh temannya keluar, tapi masih mau cari tas. Kemungkinan mau turun sudah terlambat, terjebak jadi enggak bisa," katanya. Ayuna mengetahui kebakaran tersebut dari media sosial dan langsung menuju lokasi. Ia sempat mendatangi bagian belakang Trans Home, tetapi kondisi gedung sudah dipenuhi asap dan Wiken tidak ditemukan. Ia kemudian menuju lokasi di seberang jalan setelah mendapat informasi bahwa para karyawan dikumpulkan di sana. Namun, Wiken tetap tidak terlihat. "Saya ketemu temannya yang bawa HP itu, temannya itu sempat pingsan pulang ke rumah, lalu HP sepupu saya dibawakan," tuturn Ayuna. Baca Juga: Polresta Jogjakarta Investigasi Penyebab Kebakaran Tiga Gerbong Kereta Api Ayuna bersama ayah, tante, dan kerabat Wiken kemudian menunggu kepastian mengenai kondisi korban. Wiken diketahui telah bekerja di Trans Home setelah sebelumnya menjalani praktik kerja lapangan di toko tersebut saat masih sekolah. "Setelah kejadian teman-temannya berusaha mencari, tapi memang sampai sekarang belum ada kabar pasti," ungkapnya.