Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Kubu Bharatu Valdo Temukan Kejanggalan, Minta Rekaman CCTV Asli

Tim hukum Bharatu Valdo menuntut rekaman CCTV asli diperiksa ahli setelah mendapati kejanggalan.

Liputan 6 3 menit baca 0 komentar
Kubu Bharatu Valdo Temukan Kejanggalan, Minta Rekaman CCTV Asli
Foto: Liputan 6

Liputan6.com, Jakarta - Kuasa hukum Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai, Ardy Mbalembout, meminta rekaman asli CCTV di Mako Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri diperiksa ahli. Desakan ini dilayangkan usai tim kuasa hukum mendapati sejumlah kejanggalan pada lebih dari 10 video rekaman yang diperiksa.

Diketahui, Valdo meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penembakan di Markas Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (16/10/2026).

Ardy menuturkan, rekaman CCTV yang diperlihatkan mencakup rentang waktu pukul 04.35 hingga 04.50 WIB. Namun, rekaman tersebut dinilai belum mengungkap waktu kedatangan dan kepergian tersangka, serta bagaimana keberadaannya bisa diketahui oleh Propam.

"Pertanyaannya, kapan dia masuk, kapan dia keluar si tersangkanya satu orang itu. Kemudian kapan dia jalankan sampai akhirnya ketahuan, enggak pernah lihat. Eksekusinya pun juga tidak pernah dilihat," kata dia kepada wartawan, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Selain itu, ia mempertanyakan kemunculan sosok berhelm balap yang melenggang masuk markas tanpa ditegur petugas. Padahal, menurutnya, ada penjaga yang bersiaga di dekat ruang penyimpanan senjata saat orang tersebut masuk.

"Orang pakai topi aja ruang Mako kan mesti dibuka, ini pakai helm," ujar Ardy.

Persoalan lain yang turut disoroti adalah adanya suara tembakan dan teriakan dalam rekaman tersebut, meski momen penembakan itu tidak tertangkap kamera secara langsung.

"Eksekusinya pun juga tidak pernah dilihat. Hanya dikasih didengarkan bunyi tembakan lebih dari 5 kali, ada suara dua orang teriak," ungkap Ardy.

Anggota tim hukum lain, Fransiska Xaveria, mengatakan, kehadiran ahli sangat diperlukan guna memeriksa metadata rekaman, termasuk menguji keabsahan durasi, tanggal, serta waktu perekaman.

"Kami meminta recording aslinya untuk kita sama-sama, mungkin akan mendapatkan ahli yang dapat merealisasikan dokumen tersebut, supaya tidak ada penyutingan video," kata dia.

Ayah Bharatu Valdo Duga Anaknya Jadi Korban Pembunuhan Berencana

Sebelumnya, Duka menyelimuti keluarga Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai, anggota Polisi Air dan Udara (Polairud) Baharkam Polri asal Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Valdo meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penembakan di Markas Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (16/10/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penembakan tersebut diduga dilakukan oleh sesama anggota Polri yang merupakan junior Valdo di kesatuan. Terduga pelaku telah diamankan dan sedang menjalani proses hukum.

Jenazah Valdo tiba di Bandara Gewayantana, Larantuka, pada Sabtu siang menggunakan pesawat Polri Casa P 4101. Ribuan warga dilaporkan memadati bandara untuk menyambut kepulangan jenazah sekaligus memberikan penghormatan terakhir.

Ayah almarhum, Antonius Fernandez tak kuasa menahan tangis saat melepas kepergian putra tunggalnya. Valdo merupakan satu-satunya anak laki-laki dari tiga bersaudara dan selama ini menjadi tulang punggung keluarga.

"Dia anak yang suka membantu dan mudah bergaul. Sudah enam tahun tujuh bulan ia bertugas di sana. Dia tulang punggung keluarga," ujar Antonius dengan suara serak dan mata berkaca-kaca.

Di tengah duka, Antonius meminta agar kematian putranya diusut secara transparan. Ia bahkan menduga peristiwa tersebut merupakan pembunuhan berencana.

"Ini pembunuhan berencana. Saya mohon kasus ini diselidiki secara transparan dan pelaku dihukum seberat-beratnya," tegasnya.

Antonius mengatakan keluarga telah menyerahkan penanganan hukum kasus tersebut kepada kuasa hukum mereka, Petrus Bala Pationa.

Bharada Andika Tersangka

Polda Metro Jaya menetapkan Bharada Andika Rahmadani sebagai tersangka terkait kasus penembakan sesama polisi di Mako Ditpolairud Korpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, yang terjadi pada Jumat (16/10/2026).

Penyidik pun telah melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti dalam penanganan kasus yang menewaskan Bharatu Valdo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.