Jakarta -
Direktorat Samapta Polda Metro Jaya menyambangi tujuh sekolah di wilayah Jakarta kemarin. Kegiatan patroli dialogis itu dilakukan untuk berdialog dengan pelajar dan tenaga pendidik.
Lanjutkan dari posisi terakhir
Direktorat Samapta Polda Metro Jaya mengunjungi tujuh sekolah di Jakarta untuk dialog dengan pelajar dan guru, mendukung suasana belajar yang aman dan nyaman.
Jakarta -
Direktorat Samapta Polda Metro Jaya menyambangi tujuh sekolah di wilayah Jakarta kemarin. Kegiatan patroli dialogis itu dilakukan untuk berdialog dengan pelajar dan tenaga pendidik.
Direktur Samapta Polda Metro Jaya Kombes Wahyu Dwi Aribowo megatakan tujuannya untuk mempererat hubungan sekaligus mendukung suasana belajar yang aman dan nyaman. Hal itu sesuai dengan program Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yaitu Polisi Bersama Masyarakat.
"Di lingkungan sekolah, semangat ini diwujudkan melalui komunikasi langsung agar polisi semakin dikenal sebagai sahabat yang dapat dimintai bantuan," kata dia, Rabu (13/10/2026).
Sekolah yang dikunjungi yaitu SMAN 24 Jakarta, SDN 01 Gondangdia, SMKN 19 Jakarta, SMAN 6 Jakarta, SDN 09 Cideng, SDN 10 Cideng, dan SDN 09 Bendungan Hilir. Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang.
Lewat patroli dialogis, Polda Metro Jaya bangun rasa aman di sekolah, Rabu (14/10/2026). Foto: dok. Polda Metro Jaya |
Di SDN 09 dan 10 Cideng, petugas berinteraksi langsung dengan anak-anak disertai penyampaian pesan keamanan. Sementara di SDN 09 Bendungan Hilir, personel berdialog dengan guru.
"Patroli dialogis mengedepankan pendekatan humanis melalui interaksi dengan siswa dan guru. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memelihara keamanan sekaligus memperkuat hubungan antara kepolisian dan warga sekolah," imbuhnya.
Pendekatan tersebut selaras juga dengan arahan Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto mengenai kehadiran polisi sebagai sahabat anak.
"Dalam arah pembinaan itu, kepedulian terhadap teman, sikap saling menghormati, serta keberanian meminta pertolongan menjadi nilai penting untuk membangun lingkungan sekolah yang melindungi setiap anak," pungkasnya.
(rdh/mea)
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.