Sumbawa -
Video yang menampilkan saluran pembuangan limbah tambak udang mengalir langsung ke laut di kawasan Pesisir Pantai Jemplung, Labangka 5, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), viral di media sosial (medsos). Pemprov NTB turun tangan.
Lanjutkan dari posisi terakhir
Video viral menunjukkan limbah tambak udang dibuang ke laut di Sumbawa. Pemprov NTB turun tangan untuk menangani masalah lingkungan ini.
Sumbawa -
Video yang menampilkan saluran pembuangan limbah tambak udang mengalir langsung ke laut di kawasan Pesisir Pantai Jemplung, Labangka 5, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), viral di media sosial (medsos). Pemprov NTB turun tangan.
Dilansir detikBali, Kamis (22/10/2026), video yang viral tersebut memperlihatkan tiga pipa dari tambak udang dibuang ke laut. Kondisi ini mendapatkan kritikan lantaran menimbulkan bau yang menyengat.
"Intinya kami saat ini kan lagi turun ke lapangan dua hari. Mereka sudah ke lokasi dari kemarin, tetapi tidak ketemu dengan manajernya, jadi dilanjutkan hari ini," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB, Muslim, saat dikonfirmasi, Kamis (22/10/2026).
Muslim menegaskan investasi di daerah tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan maupun aspek pemberdayaan masyarakat pesisir. DKP NTB bertekad mengawal kasus ini agar investasi yang berjalan tetap berorientasi pada nilai tambah warga sekitar dan berkelanjutan.
"Jangan sampai nanti kita ini hanya menerima dampak di sektor kelautan dan perikanan, ekosistem rusak. Itu kami pastikan ada penanganan terhadap kerusakan itu nanti kalau terbukti," tegas Muslim.
Muslim menegaskan Pemprov NTB membuka peluang pemberian sanksi kepada pihak pengelola tambak udang jika terbukti melakukan pelanggaran hukum atau merusak lingkungan. Terlebih, Pemprov NTB sudah mempunyai Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 17 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pelaksanaan Sanksi Administratif di Sektor Perikanan.
"Jadi kami akan lakukan proses penegakan hukum melalui sanksi administratif. Tetapi., kalau terus-menerus berulang tidak ada perbaikan, sanksinya bisa meningkat," ungkap Muslim.
Simak selengkapnya di sini
(isa/isa)
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.