JawaPos.com – Rencana kuliah negeri gratis masih terus dikaji oleh Kementerian Pendiidkan Tinggi, Sains, dan teknologi (Kemendiktisaintek).
Salah satunya untuk menjawab pertanyaan soal nasib mahasiswa kurang mampu yang tersisih dari persaingan berebut kursi kampus negeri, sehingga hanya bisa kuliah di kampus swasta bila mendapat beasiswa.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menjelaskan, Pemerintah perlu mengkaji lebih lanjut bagaimana skema kuliah gratis diterapkan, termasuk terhadap perguruan tinggi swasta.
"Semua sekolah negeri. Lah yang swasta ke depan piye?" tanya politikus PDIP itu, dikutip Jumat (9/10).
Sebagai gambaran, tidak semua mahasiswa PTN berasal dari kalangan warga tidak mampu. Tak sedikit dari mereka yang berasal dari keluarga sangat mampu.
Tengok saja sejumlah kampus negeri ternama di Indonesia, terutama yang masuk peringkat 10 besar kampus negeri terbaik.
Ada saja mahasiswa yang sehari-harinya membawa mobil kelas premium atau menggunakan ponsel dan laptop flagship untuk beraktivitas di kampus.
Ditambah lagi, biaya kuliah untuk jurusan-jurusan tertentu memang tergolong mahal, sehingga mahasiswa tak mampu hanya bisa masuk lewat jalur beasiswa penuh atau besaran uang kuliah Tunggal (UKT) terkecil.
Sebaliknya, tidak semua mahasiswa yang kuliah di kampus swasta berasal dari kalangan mampu, dan sanggup membayar biaya kuliah yang ditetapkan masing-masing universitas.
Tak sedikit dari mereka yang mengandalkan beasiswa penuh, bahkan harus bekerja untuk memenuhi biaya hidupnya selama kuliah.