JawaPos.com - Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana tsunami terus dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi.
Lima mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menciptakan prototipe rambu evakuasi yang mampu merespons kondisi lingkungan berdasarkan data sensor.
Inovasi bernama SafeLight Tsunami Route tersebut dikembangkan oleh lima mahasiswa Program Studi D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Mereka ialah Rofiq Arroyan, Nadea Putri Wahyuni, Cicilia Febriana Mayangsari, Rachmalia Eka Putri, dan Angga Adi Nugroho, dengan dosen pembimbing Merry Sunaryo, S.K.M., M.KKK.
Berkat inovasi itu, kelima mahasiswa
mendapatkan pendanaan melalui Program Kreativitas Mahasiswa-Karsa Cipta (PKM-KC) 2026 dari Kemdiktisaintek.
Salah satu anggota tim Rofiq Arroyan, mengatakan ide pengembangan SafeLight Tsunami Route berangkat dari kebutuhan akan sistem rambu evakuasi yang tidak hanya memberikan petunjuk arah, tetapi juga mampu menyampaikan kondisi bahaya kepada masyarakat secara lebih cepat.
“Rambu evakuasi selama ini pada umumnya bersifat statis. Kami mencoba mengembangkan sistem yang bisa memberikan informasi berdasarkan kondisi yang terdeteksi di lingkungan,” kata Rofiq, Jumat (2/10).
Rofiq menjelaskan cara kerja perangkat tersebut adalah menggabungkan sensor, sistem monitoring, serta indikator berupa lampu dan suara.