Jakarta -
Megi Riomandala masuk 3 besar DPD RI Awards 2026 kategori Inovator Teknologi Kesehatan. Megi menghadirkan solusi untuk masalah kesehatan lingkungan masyarakat lewat program inovasi bernama Si Keling Pusako.
Lanjutkan dari posisi terakhir
Megi Riomandala masuk 3 besar DPD RI Awards 2026 dengan inovasi Si Keling Pusako, solusi kesehatan lingkungan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Jakarta -
Megi Riomandala masuk 3 besar DPD RI Awards 2026 kategori Inovator Teknologi Kesehatan. Megi menghadirkan solusi untuk masalah kesehatan lingkungan masyarakat lewat program inovasi bernama Si Keling Pusako.
Pemilihan 3 besar DPD RI Awards 2026 ditentukan dalam rapat perdana Dewan Pakar di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026). Sejumlah anggota Dewan Pakar hadir langsung dalam rapat dan yang berhalangan hadir tetap memberikan pandangan serta kontribusi dalam pembahasan.
Adapun Dewan Pakar DPD Awards 2026 yaitu Menteri Kebudayaan RI Prof (Hon) Dr. H. Fadli Zon, SS, M.Sc, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dr. Dede Yusuf Macan Effendi, S.T., M.I.Pol, Anggota DPD RI Dr. Agustin Teras Narang, S.H, dan Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, S.Si., M.Sc.
Ada empat kategori penghargaan di DPD RI Awards 2026, yakni Inovator Pendidikan Non-Formal/Pendidikan Luar Sekolah, Inovator Teknologi Kesehatan, Penggerak Desa Mandiri Pangan dan Pelestari Budaya Daerah.
Megi Riomandala menggagas Si Keling Pusako atau Sistem Informasi Kesehatan Lingkungan Puskesmas Semelako di Kabupaten Lebong, Bengkulu. Si Keling Pusako merupakan program digitalisasi pelayanan kesehatan lingkungan dari Puskesmas Semelako.
Inovasi ini lahir dari pengalaman dan kepedulian Megi terhadap masalah kesehatan lingkungan masyarakat di wilayah Puskesmas Semelako. Program ini digagas dan digerakkan Megi sejak tahun 2022.
Perjalanan inovasi Megi dimulai tahun 2016 saat bergabung dalam Program Nusantara Sehat di Papua Barat. Di tengah keterbatasan, Megi mengembangkan berbagai inovasi seperti sarana cuci tangan dari barang bekas, insinerator puskesmas, teknologi jamban pesisir, serta pemberdayaan masyarakat untuk membangun jamban secara mandiri.
Saat bertugas di Puskesmas Semelako tahun 2019, Megi mengembangkan PETISI atau Pemetaan Sanitasi. Program PETISI bertujuan untuk menjawab permasalahan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai dan masih melakukan buang air besar di sungai.
Kemudian inovasi PETISI berkembang menjadi Si Keling Pusako pada tahun 2022. Si Keling Pusako merupakan sebuah sistem digital untuk pendataan, pemetaan, pemantauan dan pelayanan kesehatan lingkungan yang terus dikembangkan hingga sekarang.
Program inovasi Si Keling Pusako disebut berdampak nyata. Menurut keterangan Megi, desa yang open defecation free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan meningkat dari 0 desa pada tahun 2019 menjadi 100% pada tahun 2024.
Sebanyak 1.942 rumah telah terdata, terpetakan dan mendapatkan pelayanan kesehatan lingkungan. Selain itu, sebanyak 284 rumah di 5 desa memperoleh bantuan pembangunan jamban dari Dinas PUPR Kabupaten Lebong.
Melalui inovasi Si Keling Pusako mengantarkan pria kelahiran Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, itu meraih berbagai penghargaan tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional dan menjadi presenter Leimena Conference 2026.
Bagi Megi, Si Keling Pusako membuktikan bahwa keterbatasan dapat diubah menjadi inovasi dan inovasi dapat menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat.
(fas/knv)
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.