Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Memanas! Iran Larang Kapal Militer AS Masuk Kawasan Teluk

Iran menegaskan bahwa kapal-kapal militer AS tidak akan pernah diizinkan untuk memasuki kawasan Teluk "dalam situasi apa pun".

Detik 2 menit baca 0 komentar
Memanas! Iran Larang Kapal Militer AS Masuk Kawasan Teluk
Foto: Detik

Teheran -

Iran menegaskan bahwa kapal-kapal militer Amerika Serikat (AS) tidak akan pernah diizinkan untuk memasuki kawasan Teluk "dalam situasi apa pun". Penegasan ini disampaikan di tengah meningkatnya ancaman dari AS, juga Israel, mengenai kemungkinan serangan baru terhadap Iran.

Presiden AS Donald Trump, saat berbicara dalam kampanye pemilu sela untuk Partai Republik di Florida pada Jumat (23/10), mengisyaratkan bahwa AS mungkin akan melancarkan operasi militer baru terhadap Iran, jika Teheran tidak menyepakati penyelesaian konflik melalui negosiasi.

Secara terpisah, Duta Besar AS untuk Turki, Tom Barrack, mengatakan bahwa Washington dapat melancarkan serangan terbaru terhadap Teheran paling cepat pada akhir pekan ini.

"Kami tidak akan mengizinkan kapal-kapal militer AS berada di Teluk Persia dalam situasi apa pun dan kapan pun," tegas Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Ali Abdollahi, dalam pernyataan terbarunya, seperti dilaporkan televisi pemerintah Iran dan dilansir AFP, Sabtu (24/10/2026).

Abdollahi kemudian mengatakan bahwa Trump "bermimpi" jika ingin melihat pasukan militer AS memasuki kawasan Teluk Persia.

"Presiden AS boleh saja bermimpi melihat Angkatan Bersenjatanya memasuki Teluk Persia. Namun, dia akan membawa mimpi itu liang kuburnya," ucapnya.

Sejak perang berkecamuk pada akhir Februari lalu, pasukan militer Iran telah membatasi aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur perairan vital bagi pasokan energi global sekaligus pintu gerbang menuju ke kawasan Teluk.

Sebagai tindakan balasan, AS memberlakukan blokade maritim terhadap pelabuhan dan kapal-kapal Iran.

Teheran mewajibkan kapal-kapal untuk meminta izin sebelum melintas, dan berulang kali menargetkan kapal-kapal yang mencoba melewati Selat Hormuz melalui rute selatan yang dekat dengan pesisir Oman. Iran seringkali menyebut rute itu sebagai "rute ilegal".

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan bahwa sejumlah kapal tanker minyak yang nekat melintasi Selat Hormuz melalui "rute ilegal" itu telah terkena ranjau laut dalam beberapa hari terakhir.

Dalam insiden terbaru pada Jumat (23/10), IRGC menyebut dua kapal supertanker, yang mengangkut lebih dari 4,5 juta barel minyak, telah ditinggalkan di tengah lautan oleh awaknya setelah menghantam ranjau di jalur perairan strategis tersebut.

(nvc/idh)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.