Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Menag Sebut Adanya Ditjen Pesantren Jadi Capaian Monumental era Prabowo-Gibran

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 berbeda dengan peluncuran Ditjen Pesantren oleh Kemenag, penguatan pendidikan dan karakter santri.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Menag Sebut Adanya Ditjen Pesantren Jadi Capaian Monumental era Prabowo-Gibran
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberikan apresiasi buat pemimpin Indonesia saat ini, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Sebab di era Prabowo-Gibran, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren dibentuk di bawah naungan Kementerian Agama.

Menurut Nasruddin, keberadaan Ditjen Pesantren di Kemenag merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola, kualitas pendidikan, dan kontribusi pesantren dalam pembangunan bangsa Indonesia. Ia mengatakan pembentukan Ditjen Pesantren merupakan realisasi dari usulan yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun.

Persetujuan bahkan datang langsung dari Presiden Prabowo dan mendapat dukungan penuh dari DPR. Tidak hanya itu, penganggarannya juga didukung oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Sehingga proses pembentukan Ditjen Pesantren Kemenag yang dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 Tahun 2026 berjalan lancar.

Nasaruddin menyampaikan penguatan kelembagaan pesantren merupakan bentuk pengakuan terhadap kontribusi pesantren dalam perjalanan sejarah Indonesia sejak sebelum kemerdekaan. Pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan agama. Melainkan juga membangun kohesi sosial, menumbuhkan identitas kebangsaan, dan membentuk karakter masyarakat.

”Jangan hanya kita diantar ke pintu kemerdekaan, tapi setelah merdeka, pesantren yang berkeringat berdarah-darah ini malah justru dihilangkan,” ucap Nasaruddin dikutip dari keterangan resmi pada Kamis (22/10).

Menteri yang juga imam besar Masjid Istiqlal itu menekankan pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Khususnya dalam hal kemandirian, kejujuran, kesabaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

Nilai-nilai tersebut kini diandalkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus membangun kepemimpinan nasional yang berintegritas.

Lebih lanjut, Nasaruddin menegaskan kontribusi pesantren tidak hanya relevan dalam sejarah perjuangan bangsa, melainkan juga dibutuhkan untuk menghadapi tantangan Indonesia pada masa mendatang. Karena itu, keberadaan Ditjen Pesantren Kemenag diharapkan memperkuat perhatian pemerintah terhadap lembaga pendidikan yang selama ini turut menopang pembangunan generasi bangsa.

Dalam keterangan yang sama, Nasaruddin menepis anggapan bahwa pendidikan pesantren hanya berorientasi pada penguasaan ilmu agama dan kitab kuning. Menurutnya, pesantren dan madrasah kini berkembang menjadi lembaga pendidikan yang mampu mencetak lulusan berprestasi dalam berbagai bidang, termasuk sains, teknologi, robotika, olahraga, dan seni.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.