Jakarta -
Menantu pengemudi ojek online (ojol) yang dilindas BYD, Eko Priyono (34), mengungkap kondisi ayah mertuanya Hasan Syukur (56) setelah kecelakaan. Eko menyebut Hasan mengalami patah kaki hingga paru-paru bocor.
Lanjutkan dari posisi terakhir
Eko Priyono mengungkap kondisi ayah mertuanya, Hasan, yang terluka usai dilindas mobil BYD. Hasan kini telah menjalani operasi setelah kecelakaan tersebut.
Jakarta -
Menantu pengemudi ojek online (ojol) yang dilindas BYD, Eko Priyono (34), mengungkap kondisi ayah mertuanya Hasan Syukur (56) setelah kecelakaan. Eko menyebut Hasan mengalami patah kaki hingga paru-paru bocor.
"Patah yang kaki. Kalau yang bagian badan pada retak sama itu, paru-parunya ada yang kena bocorlah sedikit gitu," kata Eko ditemui di tempat Hasan dirawat, RS Fatmawati Jakarta Selatan, Senin (26/10/2026).
Eko mengungkap operasi pada penyakit tersebut sudah dilakukan. Operasi tersebut, kata dia, dilakukan Sabtu (24/10).
"Kalau operasi hari Sabtu pukul 15.00-lah, 3 sore. Dioperasinya bagian dari pundak sampai pinggang sama kaki," katanya.
Eko mengungkap Hasan kini dalam keadaan stabil. Meski begitu, Eko menyebut mertuanya masih belum bisa bicara.
"Kalau keadaan sih stabil, cuman Bapak sekarang belum bisa bicara. Dikarenakan masih dalam obat penenang, soalnya habis dioperasi. Dan sekarang saat ini juga Bapak lagi demam. Harus apa, obat antibiotiknya harus dikasih lebih tinggi lagi. Jadinya Bapak belum bisa bicara sama sekali. Kalau keadaan mah stabil katanya," ujarnya.
Menantu dari sopir ojol yang ditabrak oleh BYD di Blok M, Senin (26/10/2026). Foto: Adhfar Aulia Syuhada/detikcom |
Eko menyebut Hasan juga masih belum bisa bernapas dengan normal. Saat ini, Hasan masih bernapas dibantu dengan selang.
"Sekarang napasnya masih dibantu pakai selang. Belum bisa napas sendiri," katanya.
Lebih lanjut, Eko mengatakan pengobatan ayah mertuanya sudah mulai ditanggung asuransi. Dia menyebut Hasan juga sudah mendapat bantuan konsumsi setiap hari dari aplikasi tempatnya mengabdi sebagai ojol.
"Dari Jasa Raharja sama BPJS Ketenagakerjaan udah (mulai ditanggung)," pungkasnya.
Sebelumnya, Kecelakaan tersebut terjadi pada Jumat (23/10) pukul 16.48 WIB. Mobil BYD itu dikemudikan pria berinisial S (46).
Peristiwa bermula saat mobil BYD tersebut menabrak Honda Brio bernomor polisi B-2967-NGY yang melaju searah di depannya. Mobil BYD kemudian oleng ke kiri dan menabrak Honda Beat A-3867-DD yang dikendarai korban ojol serta mobil Wuling B-1835-ERZ.
Polisi telah menetapkan S sebagai tersangka. Polisi mengungkap Sopir BYD mengaku melamun dan mengantuk saat berkendara.
"Jadi hasil pemeriksaan sementara, yang bersangkutan melamun, ngantuk," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Adiel Aristo saat dihubungi, Senin (26/10/2026).
Pelaku mengaku menginjak gas mobil hingga hilang kendali. Pelaku kemudian panik hingga berujung menabrak mobil dan melindas ojol di lokasi.
"Terinjak gas, kemudian panik kaget, hilang kontrol, gasnya semakin terinjak. Kita juga masih mau mendalami terkait dgn fungsi gas dan rem dari kendaraan. Apakah ada permasalahan pada kendaraan tersebut," ujar Adiel.
(dwr/dwr)
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.