Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Mendes Dorong Limbah Produk Unggulan Jadi Energi Alternatif bagi Desa

Menteri Yandri Susanto dorong pemanfaatan limbah sebagai energi alternatif di desa. Program biomassa diharapkan tingkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Detik 3 menit baca 0 komentar
Mendes Dorong Limbah Produk Unggulan Jadi Energi Alternatif bagi Desa
Foto: Detik

Jakarta -

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mendorong perkembangan penelitian PT PLN EPI dapat diarahkan pada pemanfaatan limbah turunan dari berbagai produk unggulan menjadi sumber energi alternatif, khususnya bagi masyarakat desa.

Yandri juga mengapresiasi PT PLN EPI, lantaran material yang sebelumnya dianggap sebagai sampah tak berguna dan berpotensi membebani lingkungan, kini dapat diolah menjadi energi yang memiliki nilai manfaat.

"Dulu mungkin orang melihat limbah, turunan dari produk-produk andalan, itu tidak ada manfaatnya. Itu ternyata dengan kecanggihan teknologi, dan terus dilakukan penelitian-penelitian, bahwa tadi yang dianggap sampah tidak berguna, cenderung membebani alam semesta, ternyata itu bisa kita geser menjadi energi alternatif," kata mantan Wakil Ketua MPR RI itu saat memberi arahan pada agenda launching Biomassa berbasis Ekonomi Kerakyatan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), di GOR Jaya Baya, Desa Salira, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (31/10/2026).

Yandri juga menambahkan peluncuran program yang menyasar pengembangan potensi desa ini diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum untuk menunjukkan keseriusan dalam mendorong kemajuan desa.

Melalui peluncuran tersebut, seluruh pihak; baik PT PLN EPI dan BUM Desa diharapkan dapat membangun komitmen nyata agar berbagai potensi yang dimiliki di desa dapat digali dan dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat.

"Saya berharap betul, launching hari ini bukan sekedar seremonial. Tapi ini juga sebagai tonggak keseriusan kita, bukan hanya kita ingin gagah-gagahan Bapak/Ibu. Sebenarnya itu ujungnya tadi kita ingin memastikan. Potensi apapun di desa bisa dimaksimalkan," jelas Yandri.

Menteri asal Bengkulu Selatan ini juga berharap ada upaya memperluas cakupan pelaksanaan program pengembangan biomassa berbasis pemanfaatan limbah itu, agar tidak hanya terpusat di tiga desa di Serang, sebagai lokasi awal percontohan, tetapi dapat direplikasi di lebih banyak desa di seluruh Indonesia.

Perluasan program ini dinilai penting untuk mengoptimalkan potensi ekonomi desa sekaligus mendorong pemanfaatan limbah menjadi sumber energi dan produk bernilai tambah yang berkelanjutan.

Dengan 75.266 desa di seluruh Indonesia, Indonesia dinilai berpeluang besar untuk mengembangkan ekosistem biomassa berbasis potensi dan sumber daya lokal. Sebab setiap desa menyimpan karakteristik serta potensi limbah yang dapat diolah menjadi sumber daya mandiri dan produktif.

"Oleh karena itu, ini harus kita kawal, tidak boleh hanya sekedar launching. Tadi baru dua desa, targetnya jadi enam desa, sepuluh desa, itu terlalu sedikit menurut saya. Karena jumlah desa di Indonesia itu sebanyak 75.266 desa," pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan itu; Bupati Serang; Ratu Rachmatu Zakiyah, Direktur Utama PT PLN EPI Rakhmad Dewanto, Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia; Hokkop Situngkir.

Sementara itu, Yandri didampingi seluruh jajaran Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

(akd/akd)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.