Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Menhut Raja Juli Kunjungi Korban Jatuhnya Helikopter Mi-17V5, Perawatan Intensif Dilakukan

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjenguk kru Helikopter Mi-17V5 yang selamat dari insiden jatuh saat pemadaman kebakaran hutan.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Menhut Raja Juli Kunjungi Korban Jatuhnya Helikopter Mi-17V5, Perawatan Intensif Dilakukan
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menjenguk lima kru Helikopter Mi-17V5 yang selamat dalam insiden jatuhnya helikopter saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

Kelima kru tersebut kini tengah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit TNI AD Tk. III Dr. R. Soeharsono, Banjarmasin. Mereka terdiri dari Kapten Korps Penerbangan Febri, Kapten Korps Penerbangan Sugand, Letnan Dua Korps Penerbangan Fercis, Prajurit Satu Gilang, dan Sersan Kepala Kadiya.

Dalam kesempatan tersebut, Menhut juga mendapatkan pemaparan mengenai kondisi kesehatan para kru berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang telah dilakukan tim rumah sakit.

Raja Juli kemudian mendatangi satu per satu ruang perawatan untuk melihat langsung kondisi kelima korban. Dia juga menyampaikan apresiasi atas pengabdian dan dedikasi para kru yang telah menjalankan tugas pemadaman karhutla.

“Saya bertemu dengan lima kru di sini,” kata Raja Juli Antoni di Rumah Sakit TNI AD Tk. III Dr. R. Soeharsono, Banjarmasin, Jumat (6/11).

Raja Juli mengungkapkan, beberapa kru nantinya akan dirujuk ke rumah sakit di Jakarta dan Semarang untuk menjalani perawatan lanjutan. Dia berharap seluruh korban dapat segera pulih dan kembali beraktivitas setelah kondisi kesehatannya membaik.

“Nanti ada yang dibawa ke Jakarta dan Semarang untuk dipindahkan dan mendapatkan perawatan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Tk. III Dr. R. Soeharsono Banjarmasin Letkol Ckm (K) dr. Leidina Rachmadian menjelaskan, kondisi kelima kru menunjukkan perkembangan positif setelah mendapatkan penanganan medis.

Menurut Leidina, ketika pertama kali tiba di rumah sakit, seluruh korban masih mengalami kondisi lemas sehingga membutuhkan perawatan intensif dan pemeriksaan menyeluruh.

Tim medis telah melakukan sejumlah pemeriksaan, termasuk tes darah dan rontgen, untuk memastikan kondisi kesehatan para kru sekaligus mengidentifikasi kemungkinan cedera akibat insiden tersebut.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.