"Tolong kalau memang perlu penanganan lebih lanjut, para Ka-UPT menyampaikan berjenjang sampai ke Direktorat Jenderal supaya kita bisa memberikan langkah penanganan lanjutan," ujar Menteri Agus saat kick off peringatan Hari Bakti ke-2 Tahun 2026 di Auditorium Politeknik Imipas, Tangerang, Banten pada Rabu (28/10/2026).
Dia mengingatkan kepada para kakanwil dan ka UPT agar tak menyesal di kemudian hari bila tak maksimal memberikan kepedulian pada pegawai yang sakit. "Ini biasanya kita nyesel belakangan," imbuh dia.
Menteri Agus menegaskan jika penanganan kesehatan di wilayah UPT terbatas, maka pegawai yang sakit perlu diobati di fasilitas Kesehatan yang tingkatannya lebih baik. Dia lalu meminta Kepala Biro Umum Kementerian Imipas untuk merancang kegiatan pemeriksaan Kesehatan, terutama bagian paru-paru, bagi karyawan di wilayah terpapar asap karhutla.
"Jadi kalau ada perawatan yang butuh penanganan lanjutan, jika penanganan di daerah tidak maksimal, beritahu berjenjang. Kalau perlu sampai tingkat kementerian. Supaya tidak ada penyesalan di belakang hari," ucap dia.
"Pak Karo Umum, bagaimana untuk teman-teman yang wilayahnya kemarin jadi korban asap ini supaya mereka bisa dilakukan pengecekan terutama masalah paru dan lain-lain. Ya Pak Karo Umum?" perintah Menteri Agus.
Hal ini menjadi perhatian khusus saat berinteraksi secara virtual dengan perwakilan Kanwil Ditjenim Kalteng dan Kanwil Ditjenpas Kaltim. Perwakilan Ditjenim Kalteng mengawali laporan dengan bercerita kondisi mereka yang dikepung asap karhutla selama tiga bulan terakhir.
"Jadi terdapat sudah dua orang yang sudah terdampak. Pertama adalah keluarga dari Bapak Edi Rangga, Kepala Urusan Tata Usaha Kantor Imigrasi Kotawaringin Barat, di mana kedua anaknya yang berumur dua dan delapan tahun mengalami ISPA," cerita perwakilan Ditjen Imigrasi Kalteng tersebut.
"Kemudian yang kedua pegawai Kanim kobar atas nama Pak Deki yang mengalami asap karena perjalanan. Tinggalnya di daerah Sukamara, sekitar dua jam setengah perjalanan dari sukamara ke Kotawaringin Barat, dan itu dilakukan selama masa dinas pagi dan sore, jadi terdampak," lanjut dia.
Dia berterima kasih atas bantuan yang diberikan Kementerian Imipas pada pegawainya, terkhusus yang sudah mengidap ISPA di Kotawaringin Barat. "Alhamdulillah, terima kasih sudah diberikan bantuan kepada pegawai Imigrasi Kelas III Kotawaringin Barat," tutur dia.
Menteri Agus kemudian menanyakan kondisi dua anak dari petugas Imigrasi Kotawaringin Barat yang terkena ISPA tersebut. Perwakilan Ditjen Imigrasi Kalteng itu kemudian menjawab bahwa kedua anak mendapat pengobatan di puskesmas.
"Sudah baikan (kondisi) mereka? Kondisinya seperti apa saat ini? Kalau penanganan dari puskesmas apakah cukup efektif untuk menangani kasus itu? Penanganan oleh puskesmas apakah sudah cukup untuk memberikan penanganan kepada keluarga kita yang mengalami musibah?" tanya Menteri Agus lebih dalam.
"Tetap ada kontrol dan pengawasan dari tenaga kesehatan untuk anggota keluarga yang terkena ISPA, Bapak. Sekarang masih rawat jalan, Bapak," jawab pria yang menjabat sebagai kepala bidang tersebut.
Menteri Agus menegaskan apabila pegawai dan keluarga pegawai memerlukan pengobatan lebih serius, maka dipersilakan untuk mendatangi RS Bhayangkara Kota Palangka Raya. Menteri Agus akan memfasilitas dengan berkoordinasi ke Kapolda Kalteng.
"Kalau perlu mendapatkan bantuan perawatan yang lebih baik, mungkin bisa dibawa ke RS Bhayangkara Polda. Kebetulan saya kenal juga dengan Kapoldanya. Supaya keluarga di sana yang mengalami musibah bisa mendapatkan perawatan yang lebih baik. Jadi tolong Pak Kabid koordinasi dengan Pak Dirjen atau Kepala BPSDM," terang Menteri Agus.
Menteri Agus kemudian bertanya soal kebutuhan masker, selanjutnya menyapa seorang anak yang sedang ikut serta dalam layer video call.
"Itu siapa namanya?" tanya Menteri Agus kepada anak perempuan yang ada di layer video.
"Nurhasanni," jawab anak tersebut.
"Apa cita-citanya?" tanya Menteri Agus lagi.
"Cita-citanya mau jadi pramugari," jawab si anak.
Dia pun berpesan kepada anak perempuan tersebut untuk meraih prestasi di sekolah dan mendoakan agar cita-citanya tercapai.
Sambungan panggilan video lalu beralih ke Kaltim. Kakanwil Ditjenpas Kaltim melaporkan dirinya tengah berada di kediaman pegawai Bernama Bayu.
"Di Kalimantan Timur itu ada lima orang yang terdampak ISPA. Satu dari Lapas Nunukan itu anaknya; satu dari Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Kaltimtara," kata Kakanwil Ditjenpas Kaltimtara.
Lima pegawai pemasyarakatan lainnya, yang berasal dari UPT Lapas Kelas IIA Tenggarong juga mengidap sakit yang sama. Dia pun berterima kasih karena Menteri Agus telah mengirimkan bantuan untuk pegawai yang sakit.
"Tentunya kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang disampaikan untuk saudara kami di sini. Terkait penanganan yang sudah kami lakukan, selama adanya karhutla di Kalimantan Timur, seluruh satker di sini baik dari pemasyarakatan maupun imigrasi telah melakukan kegiatan pemberian bansos," terang Kakanwil Ditjenpas Kaltim.
"Selama ini pemberian bansos rutin, tapi kali ini kami fokuskan untuk teman-teman yang terdampak karhutla tersebut. Lima orang ini memang untuk hari ini alhamdulillah sudah lebih baik, untuk yang bersangkutan maupun keluarganya," ungkap Kakanwil Ditjenpas Kaltimtara.
(aud/zap)