Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Menko AHY Ungkap Dampak El Nino Bikin 36 Persen Bendungan di Jawa Defisit Air

Menko AHY menjelaskan dampak El Nino pada ketersediaan air di Jawa, 36% bendungan defisit, dan pentingnya integrasi data.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Menko AHY Ungkap Dampak El Nino Bikin 36 Persen Bendungan di Jawa Defisit Air
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan, fenomena El Nino berdampak pada ketersediaan air di sejumlah wilayah Indonesia. Sebanyak 36 persen bendungan di Pulau Jawa mengalami defisit air.

“El Nino. 36 persen bendungan di Jawa defisit. Kemudian 62 dari 119 kabupaten/kota di Jawa terdampak,” kata AHY dalam Rapat Koordinasi Swasembada Air di Kantor Kemenko Infrastruktur, Jakarta, Kamis (15/10).

Selain itu, sejumlah bendungan di luar Jawa juga mengalami kondisi serupa.

Selain menghadapi dampak kekeringan, pemerintah juga dihadapkan pada persoalan pengelolaan data sumber daya air yang belum terintegrasi.

Menurut AHY, data mengenai sungai, cuaca, dan air tanah masih dikelola secara terpisah oleh sejumlah kementerian dan lembaga.

Data sungai dikelola Kementerian Pekerjaan Umum (PU), data cuaca berada di bawah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sedangkan pengelolaan air tanah menjadi kewenangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

AHY menilai, integrasi data diperlukan agar pemerintah memiliki dasar yang lebih jelas dalam mengambil keputusan terkait pengelolaan sumber daya air. Data yang terhubung juga dibutuhkan untuk menyusun rekomendasi kebijakan kepada Presiden.

“Supaya ketika siapapun yang ingin mengambil keputusan, termasuk kami di sini yang perlu memberikan rekomendasi termasuk menyarankan kepada Bapak Presiden, lebih jelas dalam membaca dan menganalisa data yang sudah terintegrasi,” lanjutnya.

Selain integrasi data, AHY menyoroti penerapan smart water management atau pengelolaan air berbasis teknologi yang dinilai belum meluas di Indonesia. Padahal, menurut dia, pendekatan tersebut telah menjadi standar di sejumlah negara dan kota maju.

“Yang terakhir smart water management. Ini belum diimplementasikan secara meluas. Padahal ini sudah menjadi standar negara-negara, kota-kota maju di dunia,” pungkasnya.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.