Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Menkop Tekankan Koperasi di Luwu Timur Bergerak ke Sektor Produksi-Keuangan

Menkop Ferry Juliantono dorong perluasan koperasi ke sektor produksi dan keuangan. Koperasi diharapkan jadi penggerak perekonomian nasional.

Detik 3 menit baca 0 komentar
Menkop Tekankan Koperasi di Luwu Timur Bergerak ke Sektor Produksi-Keuangan
Foto: Detik

Jakarta -

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menekankan pentingnya peran perluasan koperasi. Ia mendorong koperasi agar bisa bergerak ke sektor produksi, distribusi, bahkan merambah sektor industri dan keuangan.

Hal tersebut diungkapkan Ferry saat menghadiri Pekan Expo K-UMKM Dalam Rangka Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79. Acara tingkat Provinsi Sulawesi Selatan ini digelar di Kabupaten Luwu Timur pada Jumat(9/10) malam. Ferry menyebut perluasan sektor ini sejalan dengan arahan langsung dari Kepala Negara.

"Bapak Presiden Prabowo berkomitmen untuk menghidupkan kembali koperasi di Indonesia. Beliau memberi amanat untuk segera mengejar ketinggalan badan usaha koperasi dengan badan usaha swasta dan badan usaha milik negara," ujarnya pada keterangan tertulisnya, Minggu (11/10/2026).

Acara bergengsi ini turut dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam. Hadir pula para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan, jajaran Forkopimda, insan penggerak koperasi, pelaku usaha, serta seluruh peserta pameran.

Ferry menjelaskan perlunya peternak, petani, dan nelayan memiliki koperasi di sektor produksi. Sejarah mencatat tingginya eksistensi koperasi skala besar di sektor pertanian, nelayan, dan peternakan pada masa lalu.

Dari sisi distribusi, banyak gudang lantai kering milik koperasi unit desa yang tersebar di hampir seluruh kecamatan di Indonesia. Ferry juga menekankan perlunya koperasi masuk memperkuat sektor industri.

Koperasi diyakini mampu memiliki fasilitas pabrik sendiri. Sebagai contoh, gabungan koperasi batik Indonesia kini memiliki banyak pabrik tekstil dan garmen.

"Lalu, di keuangan, koperasi itu sesungguhnya adalah merupakan badan usaha yang bisa masuk ke sektor-sektor yang besar. Karena itu, disebutkan bahwa koperasi ini merupakan soko guru. Artinya, arus utama, mainstream dari perekonomian nasional," paparnya.

Oleh sebab itu, Ferry berharap koperasi bisa memberikan andil terbaiknya bagi perekonomian nasional. Koperasi diharapkan bisa menjadi mesin penggerak yang akan mengefektifkan pertumbuhan ekonomi secara luas.

Dalam kesempatan ini, Ferry turut membahas peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang didirikan oleh Presiden Prabowo. KDKMP memiliki fungsi krusial, di antaranya menyalurkan barang-barang subsidi seperti pupuk, gas elpiji 3 kg, beras, dan minyak goreng.

"Ini sudah diputuskan oleh Bapak Presiden, sudah keluar peraturan Presidennya, harus disalurkan langsung kepada KDKMP. Itu artinya masyarakat bisa mendapatkan harga barang-barang bersubsidi lebih murah, terjangkau, dan lebih tepat sasaran," katanya.

Fungsi krusial selanjutnya dari KDKMP adalah menjadi off-taker di tingkat masyarakat bawah. KDKMP akan menyerap dan menampung hasil produk masyarakat di desa-desa serta kelurahan.

Hasil produk ini meliputi hasil tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kerajinan, peternakan, perikanan, bahkan produk-produk UMKM.

"Bagaimana peran ibu-ibu PKK ikut bantu dari kegiatan fungsi off-taker ini. Karena melihat tadi contoh KDKMP di Desa Sorowako, peran ibu-ibu sangat besar untuk membantu, membimbing, membina para pelaku yang memproduksi produk-produk UMKM-nya," terang Ferry.

"Semoga Sulawesi Selatan ini bisa dijadikan pilot project kegiatan off-taker penyediaan alat mesin bagi kegiatan pascapanen, pascaproduksi seluruh hasil produk masyarakat, desa-desa dan kelurahan se-Sulawesi Selatan," harapnya.

Ferry sangat berharap pengelolaan KDKMP oleh koperasi bisa menjadi penggerak perekonomian yang sangat efektif bagi Sulawesi Selatan.

Di sisi lain, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman turut mengapresiasi perhelatan ini. Ia memaparkan pihaknya secara konsisten menggelar Pekan Expo Sulawesi Selatan di Makassar.

"Ini memang dedikasi kami untuk seluruh masyarakat. Sekaligus UMKM yang berjualan. Koperasi ini sudah mulai kelihatan telah menjadi tempat-tempat sentra untuk perdagangan dan UMKM kita hasil-hasil olahan desa," ujar Andi.

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam menambahkan, laporan panitia Pekan Expo K-UMKM menunjukkan tingginya semangat kebersamaan dan antusiasme masyarakat.

Sejak dibuka, acara tersebut langsung dimeriahkan oleh 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Turut berpartisipasi 11 kecamatan di Kabupaten Luwu Timur beserta jajaran mitra dunia usaha lainnya.

"Panitia juga menyelenggarakan seminar perkoperasian yang dihadiri 440 peserta dari gerakan koperasi se-Sulawesi Selatan," tutup Irwan.

(akn/ega)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.