Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Menlu Tata: Diplomasi Harus Terasa Sampai di Meja Makan Rakyat

Menlu Arrmanatha Nasir menegaskan jika diplomasi harus terasa sampai di meja makan rakyat. Dia mengatakan Kemlu akan memprioritaskan agenda ketahanan nasional.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Menlu Tata: Diplomasi Harus Terasa Sampai di Meja Makan Rakyat
Foto: Detik

Jakarta -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir menegaskan jika diplomasi harus terasa sampai di meja makan rakyat. Dia mengatakan Kemlu akan memprioritaskan agenda ketahanan nasional.

Hal tersebut disampaikan Tata dalam pernyataan pers pertamanya sebagai Menlu di kantor Kemlu RI, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026). Dia menyatakan Kemlu akan turut memajukan agenda strategis Presiden Prabowo Subianto.

"Diplomasi akan terus kita arahkan untuk mendukung ketahanan nasional dengan memajukan agenda transformasi besar dan strategis Bapak Presiden Prabowo dan prioritas pembangunan nasional. Inilah prioritas pertama dan utama Kemlu dan diplomasi kita untuk mendukung ketahanan nasional. Ukurannya sederhana: Diplomasi harus terasa sampai di meja makan rakyat," ujar Tata.

Tata mengatakan Kemlu terus melakukan diplomasi untuk memajukan agenda Prabowo. Beberapa di antaranya adalah ketahanan pangan, industri pertahanan, kedaulatan maritim, hingga hilirisasi.

"Artinya, diplomasi ikut bekerja untuk ketahanan pangan dan energi, hilirisasi dan transformasi digital, industri pertahanan, perdagangan dan investasi, kesehatan, serta kedaulatan maritim kita," katanya.

Tata kemudian mencontohkan diplomasi yang dilakukan Kemlu dalam memajukan agenda Prabowo. Menurutnya, Indonesia telah bekerja sama dengan berbagai negara seperti Jepang, Korea Selatan, hingga Vietnam.

"Kita akan tingkatkan dan intensifkan kerja sama bilateral untuk hasil nyata mendukung prioritas pembangunan. Contohnya sudah ada di depan mata kita. Untuk mendukung swasembada dan ketahanan pangan, kita bekerja sama dengan Jepang dan Korea Selatan untuk meningkatkan produksi beras, dan mendorong kerja sama konkret dengan Vietnam di investasi peternakan sapi perah," katanya.

Selain itu, Tata mengungkap Indonesia juga telah bekerja sama dengan China dalam bidang ekosistem kendaraan listrik. Dia juga menyinggung sistem pembayaran QRIS yang kini bisa digunakan di berbagai negara.

"Dengan Jepang, kita juga mengembangkan kerja sama pembangkit listrik tenaga torium dan panas bumi. Dengan RRT, kita membangun ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi. Dan hari ini, QRIS sudah bisa dipakai untuk transaksi lintas batas di Thailand, Malaysia, Tiongkok, dan Jepang," pungkasnya.

(ygs/ygs)

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.