Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Militer Venezuela Gempur Kamp Pemberontak Kolombia, 19 Orang Tewas

Sedikitnya 19 orang tewas dalam operasi militer Venezuela terhadap kamp kelompok pemberontak Kolombia yang ada di wilayah negara tersebut.

Detik 2 menit baca 0 komentar
Militer Venezuela Gempur Kamp Pemberontak Kolombia, 19 Orang Tewas
Foto: Detik

Caracas -

Sedikitnya 19 orang tewas dalam operasi militer Venezuela terhadap kamp kelompok pemberontak Kolombia yang ada di wilayah negara tersebut. Operasi militer ini melibatkan drone dan helikopter tempur yang menggempur kamp pemberontak yang terletak area pedesaan setempat yang dipenuhi hutan.

Laporan LSM FundaRedes, yang memantau pelanggaran HAM di negara bagian perbatasan Venezuela, seperti dilansir AFP, Senin (2/11/2026), menyebutkan bahwa sedikitnya sembilan orang tewas dalam serangan yang terjadi pada Jumat (30/10) dini hari, di negara bagian Apure, Venezuela bagian barat.

Koordinator FundaRedes, Juan Francisco Garcia, mengatakan kepada AFP pada Minggu (1/11) bahwa "10 jenazah lainnya" telah dibawa ke San Fernando, ibu kota negara bagian tersebut, sehari setelah terjadi serangan.

Operasi militer tersebut menargetkan kamp Tentara Pembebasan Nasional, sebuah kelompok gerilya asal Kolombia yang dikenal dengan singkatan bahasa Spanyol "ELN".

Video yang dibagikan oleh FundaRedes menunjukkan sejumlah jenazah tergeletak di atas tanah, dengan pepohonan tumbang, dan puing-puing dari apa yang tampak seperti lokasi kamp.

Menurut sumber militer Venezuela yang mengetahui pelaksanaan operasi itu, serangan tersebut didukung oleh intelijen Amerika Serikat (AS).

"Kami mendapatkan bantuan dari CIA dan FBI. Ini merupakan perintah dari Amerika Serikat," sebutnya.

Namun, baik Departemen Luar Negeri AS maupun pemerintah Venezuela belum memberikan tanggapan resmi.

Lebih lanjut, sumber militer Venezuela itu mengatakan bahwa serangan tersebut dilancarkan menggunakan drone dan helikopter tempur yang menargetkan kamp yang terletak di area pedesaan yang dipenuhi hutan di barat daya Apure.

Serangan tersebut, sebut sumber militer itu, mengejutkan kelompok gerilyawan, yang disebut tidak sempat memberikan reaksi. Ditambahkan bahwa sebagian besar korban tewas dalam operasi itu adalah warga negara Venezuela.

ELN merupakan salah satu kelompok pemberontak paling berpengaruh di Amerika Latin, sejak pasukan gerilya FARC menandatangani perjanjian damai dengan pemerintah Kolombia tahun 2016 lalu.

ELN, bersama kelompok pembangkang dari FARC -- yang kini telah bubar, terlibat dalam praktik perdagangan narkoba, penambangan ilegal, dan penyelundupan di area perbatasan Venezuela dan Kolombia yang sangat terbuka dan membentang sepanjang 2.200 kilometer.

(nvc/dhn)



Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.