Lewati ke konten utama
tvbangsa.id

Lanjutkan dari posisi terakhir

Minat Umrah Menurun, Jamaah Keluhkan Harga Melonjak Akibat Perang di Timur Tengah

Industri travel umrah di Indonesia terpengaruh oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah, memicu lonjakan harga tiket dan penurunan minat jamaah.

Jawa Pos 2 menit baca 0 komentar
Minat Umrah Menurun, Jamaah Keluhkan Harga Melonjak Akibat Perang di Timur Tengah
Foto: Jawa Pos

JawaPos.com - Memanasnya eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah berdampak nyata terhadap lesunya industri travel umrah di Tanah Air.

Berawal dari ketegangan Amerika Serikat dan Iran, perang Iran-Israel, hingga dinamika konflik Yaman dan Arab Saudi yang terus bergulir, menimbulkan kekhawatiran faktor keamanan di jalur penerbangan internasional, utamanya bagi calon jamaah umrah.

Tak hanya isu keamanan kawasan, krisis geopolitik global tersebut memicu lonjakan harga bahan bakar penerbangan (Avtur) hingga 40 persen dari harga normal sejak akhir Februari lalu. Kondisi ini berimbas langsung pada meroketnya tarif tiket pesawat rute Timur Tengah sebesar Rp 3 juta hingga Rp 4 juta per pax.

Direktur PT An-Namiroh Travelindo, Ustadz Bagus Awaluddin membeberkan, kombinasi antara kekhawatiran faktor keamanan dan membubungnya harga tiket pesawat menjadi pemicu utama menurunnya animo masyarakat untuk beribadah ke Tanah Suci saat ini.

"Faktor keamanan adalah yang utama. Selanjutnya, naiknya harga tiket pesawat juga turut serta mempengaruhi minat calon jamaah. Kenaikannya bisa mencapai Rp3 juta sampai Rp4 juta per pax," ungkap Bagus, Selasa (20/10).

Kendati industri perjalanan ibadah umrah sedang dihantam badai geopolitik dan inflasi tarif penerbangan, Bagus mengaku, keberangkatan jamaah melalui travel yang dipimpinnya masih cukup positif.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) Kementerian Agama yang dirilis pada pekan kedua Oktober 2026, agen perjalanan ibadah tersebut tercatat telah memberangkatkan sebanyak 10.078 jamaah umrah ke Tanah Suci.

Ia berharap konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah dapat segera mereda agar iklim ekonomi serta kenyamanan para duyufurrahman (tamu-tamu Allah) dapat kembali pulih.

"Semoga situasi peperangan di Timur Tengah cepat reda dan perekonomian semakin membaik, agar geliat usaha kawan-kawan yang bergerak di biro jasa umrah dan haji juga kembali meningkat," ucapnya.

Komentar (0)

Memuat komentar…

Komentar gagal dimuat.