Jakarta -
Sejumlah hidran kebakaran (fire hydrant) di wilayah Kota Bogor dilaporkan mengalami kerusakan dan kehilangan komponen. Aksi pencurian tersebut diduga menyasar bagian berbahan kuningan yang terdapat di dalam hidran.
Lanjutkan dari posisi terakhir
Sejumlah hidran kebakaran (fire hydrant) di wilayah Kota Bogor dilaporkan mengalami kerusakan dan kehilangan komponen.
Jakarta -
Sejumlah hidran kebakaran (fire hydrant) di wilayah Kota Bogor dilaporkan mengalami kerusakan dan kehilangan komponen. Aksi pencurian tersebut diduga menyasar bagian berbahan kuningan yang terdapat di dalam hidran.
Direktur Operasional PDAM Kota Bogor, Dani Rakhmawan, mengatakan berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 11 titik hidran yang komponen di dalamnya dicuri atau dirusak.
"Berdasarkan data yang kami himpun, ada belasan hidran yang komponennya dicuri atau dirusak. Kami menduga itu dicuri kalau melihat dari karakter kerusakannya. Jadi yang dicuri ini bahan kuningannya. Kurang lebih di sekitar 11 lokasi atau dengan kata lain di 11 titik wilayah," kata Dani kepada wartawan, Jumat (6/11/2026).
Dani menyesalkan aksi perusakan dan pencurian tersebut. Menurutnya, tindakan itu tidak hanya menimbulkan kerugian bagi perusahaan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
"Hidran ini adalah bagian dari alat untuk mengantisipasi kejadian bahaya kebakaran, hidran dipasang untuk mengisi air ke kendaraan pemadam. Jika hidran dirusak atau bahkan dicuri komponennya, pemadam akan kesulitan mengambil air dan harus mencari lokasi hidran lain, sehingga membuang waktu," kata Dani.
Dani pun mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga keberadaan fasilitas tersebut. Dia menegaskan hidran merupakan sarana publik yang keberadaannya menyangkut kepentingan dan keselamatan bersama.
"Jadi kontribusi dari masyarakat sekitar diharap berperan aktif menjaga fire hydrant untuk kepentingan bersama. Perusahaan juga telah berkomunikasi, serta membuat laporan ke pihak kepolisian, karena hal ini menyangkut keselamatan manusia," kata Dani.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor, Theofiio Patricinio Freitas, mengatakan kerusakan dan pencurian hidran berpotensi menghambat proses pemadaman kebakaran. Theofilio menyebut ada 500 titik hidran yang tersebar di wilayah padat penduduk Kota Bogor.
"Ini berhubungan dengan kecepatan kami dalam melayani masyarakat. Kita bayangkan saat terjadi kebakaran, kita memerlukan kecepatan air yang terdekat dengan lokasi itu, sementara lokasi itu tidak bisa diakses karena hidrannya rusak dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab," kata Theofilio.
"Posisi hidran hampir menyebar di seluruh Kota Bogor, ada 500-an titik. Itu ada di posisi yang padat penduduk, posisi yang memang aksesnya rawan. Apabila kejadian kebakaran kita ambil airnya ke mana?," imbuhnya.
Theofilo mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga dan mengawasi fire hidrant. Dia mengatakan pencurian hidran salah satu kejahatan darurat.
"(Pencurian hidran) ini darurat, ini kelakuan ini tidak bisa dibenarkan, ini zalim. Saat ada kejadian kebakaran, terus kita perlu air dan airnya enggak bisa diambil karena barangnya, alatnya rusak, itu kan sangat tidak manusiawi orang yang melakukan itu," kata Theofilo.
(sol/amw)
Memuat komentar…
Komentar gagal dimuat.
Tidak ada berita yang cocok dengan “”.
Terlalu banyak pencarian. Coba lagi dalam satu menit.
Kata kunci maksimal 100 karakter.
Pencarian gagal. Periksa koneksi lalu coba lagi.
Ketik minimal 2 huruf untuk mulai mencari.